Menteri Pendidikan Arab Saudi : “Ideologi Ikhwanul Muslimin Berusaha Meracuni Sistem Pendidikan Kami”

2109

Moslemtoday.com : Menteri Pendidikan Arab Saudi, Sheikh Dr. Ahmed Al-Eissa membenarkan pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman baru-baru ini bahwa ideolog Ikhwanul Muslimin berusahan meracuni sisitem pendidikan di kerajaan tersebut.

Dr. Ahmed Al-Eissa menambahkan bahwa Arab Saudi akan memerangi siapapun yang mengadopsi ideologi ini atau bersimpati dengannya, seperti dilansir dari Al Arabiya, Rabu, (21/3/18).

Menurut Al-Eissa, gerakan IM yang melarikan diri dari Mesir pada tahun 1960an dan 1970an mencari perlindungan ke Arab Saudi dan segera berbaur dalam masyarakat Saudi.  Sebagian dari mereka diterima sebagai pengajar di sekolah dan dosen di universitas, sehingga mereka memiliki ruang untuk menanamkan ideologi-ideologi mereka. Mereka juga mengorganisir kegiatan pelajar sesuai dengan pemahaman “Ikhwanul Muslimin”.

Al-Eissa menambahkan bahwa baru-baru ini dibawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota MBS, Arab Saudi menyadari bahwa ancaman ideologi Ikhwanul Muslimin mulai menyerang dan mengkritik kebijakan kerajaan yang disampaikan melalui jejaring sosial, mimbar dan tulisan tokoh-tokohnya. Tercatat beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin Arab Saudi dipertengahan 2017 ditangkap oleh otoritas kerajaan, seperti : Syekh Salman Al Awdah Syekh Aaidh al-Qarni dan Syekh Ali al-Omari.

Baca juga :

Al-Eissa menjelaskan bahwa Arab Saudi berupaya untuk memerangi ideologi IM sampai keakar-akarnya dan merumuskan kembali kurikulum pendidikan, merevisi buku pelajaran sekolah untuk memastikan bahwa buku-buku tersebut tidak memasukkan ideologi IM.

Kerajaan Arab Saudi kemudian mengeluarkan kebijakan yang melarang seluruh buku-buku yang berafiliasi dengan IM di sekolah, pasar dan universitas, dan akan menangkap siapapun yang bersimpati dengan IM, ide-idenya dan simbol-simbolnya. Kementerian Pendidikan akan menyelenggarakan seminar dan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman IM.

Al-Eissa menjelaskan bahwa memberantas ideologi Ikhwan membutuhkan upaya terus menerus dan kewaspadaan, dan memperingatkan kepada seluruh pejabat di kementeriannya, kepala sekolah dan pejabat pendidikan untuk tidak boleh lunak dalam melawan ideologi ini.

Pada pertengahan Juni 2017 lalu, Arab Saud telah menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan teroris dan secara bersamaan merilis daftar nama 59 individu dan 12 organisasi yang disebut terlibat dengan aktivitas terorisme.

Di antara nama yang paling menonjol yang masuk dalam daftar tersebut adalah ulama kharismatik gerakan Ikhwanul Muslimin yang berbasis di Qatar, Syaikh Yusuf Qardhawi dan sejumlah pemimpin IM Mesir seperti Mohammed Islambouli, Wagdy Ghoneim dan Tarek al-Zumar. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.