MMI Tantang Debat Ilmiah Terbuka Terkait Tuduhan Terorisme, Inilah Jawaban KH. Said Aqil Siradj

1708

Moslemtoday.com : Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan kesiapannya melayani gugatan dan tantangan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) untuk berdebat secara ilmiyah tentang radikalisme dan kebangsaan.

“Ayo kapan, saya siap, siap, siap,” tegas Kang Said sapaan akrabnya kepada duta.co di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (23/9), sebagaimana dilansir dari Duta.co

Kesiapan Kang Said melayani tantangan berdebat dari MMI, ia ditunjukkan dengan niat baik dan selama berdebat demi kebaikan pihaknya tidak ada masalah. “Pokoknya selama untuk kebaikan saya siap,” ungkap Kang Said.

Terkait pernyataan Kang Said beberapa waktu lalu di Surabaya, Kang Said pun mengklarifikasi pernyataannya bahwa pihaknya sama sekali tidak mengatakan MMI itu terorisme, akan tetapi masuk dalam kategori radikal (keras). “Saya tidak mengatakan teroris tapi radikal,” ujarnya

Menurutnya, mengapa MMI marah saat pihaknya mengatakan radikal atau yang lainnya, karena komitmen MMI terhadap Pancasila dan empat pilar diragukan dan ukuran ormas yang baik yaitu memiliki komitmen kepada Pancasila dan empat pilar. “Kalau komitmen dengan Pancasila dan empat pilar mereka saudara kita,” pungkas Kang Said.

Seperti pemberitaan duta.co tertanggal 21 September 2016, MMI memprotes pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj yang mengategorikan organisasi itu membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Majelis Mujahidin pun menantang Said Aqil berdebat secara ilmiah.

“Kami Majelis Mujahidin mengajak Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA melakukan transparansi publik dalam uji sahih debat ilmiah akademik sesuai koridor hukum dan perundang-undangan,” ujar pernyataan yang dikirimkan dari Yogyakarta via surat elekrontik ke redaksi duta.co dan harian Duta Masyarakat, Rabu (21/9).

Surat elektronik dikirimkan oleh Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin dan ditandatangani Amir Majelis Mujahidin Drs Muhammad Thalib, Ketua Irfan S Awwas, dan Sekretaris M Shabbarin Syakur. Surat ditujukan kepada Said Aqil Siradj selaku Ketua PBNU. Surat itu juga ditembuskan kepada Kapolri sebagai laporan.(hud)

Sumber : Koran Duta

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here