MUI Sumbar Berharap PSBB Benar-benar Diterapkan Mengikuti Konsep Rasulullah

191

Moslemtoday.com : Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa berharap dengan dilanjutkannya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar benar-benar diterapkan mengikuti konsep yang diajarkan oleh Rasulullah. Buya Gusrizal menjelaskan secara syariat konsep-konsep yang diusung dalam PSBB sudah mengacu kepada ajaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

“Pertama adalah betul-betul ada penyekatan secara mutlak, antara daerah yang dianggap episentrum dengan daerah yang masih steril. Misal Padang, sekarang merupakan daerah episentrum. Maka, betul-betul Padang itu dikarantina secara mutlak. Jangan sampai ada keluar dulu dari Kota Padang ke daerah lain. PSBB jangan separuh-separuh. Betul-betul sekat antar wilayah,” tegas Buya Gusrizal, seperti dilansir dari SumbarFokus, Jumat, (8/5/2020).

Buya Gusrizal menyampaikan Hadits Nabi yang mengajarkan bahwa jika ada wabah di satu negeri maka negeri itu jangan dimasuki dan jika seseorang berada di satu negeri yang ditimpa wabah, maka jangan meninggalkan negeri tersebut. “Nabi juga mengajarkan jangan mencampurkan yang sakit dengan yang sehat,” ungkap Buya Gusrizal.

“Konsep ini sebenarnya telah diserap dalam aturan PSBB di Sumbar. Untuk itu, pelaksanaannya harus disiplin. MUI minta ini konsisten dijalankan,” kata Buya Gusrizal.

Buya Gusrizal juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesabaran di masa sulit seperti sekarang ini. “Sabar dalam taat mengikuti aturan termasuk yang diajarkan dalam agama,” ungkap Buya Gusrizal.

Namun demikian, diakui oleh Buya Gusrizal, bahwa dakwah yang disampaikan saat ini pada umat masih belum maksimal, sehingga jika ada masyarakat yang salah dalam memahami suatu hukum, tidak juga bisa disalahkan.

“Semua kita punya kelemahan. Dakwah kita belum berikan wawasan dasar. Jadi kondisi ini jadi hikmah juga bagi para ulama, agar bisa cari strategi memahamkan ilmu dasar untuk umat. Harus tetap sabar. Salah satu bentuk kesabaran ya itu, ikuti tuntunan syariah dalam beribadah. Meskipun emosional kita menuntut lebih,” pungkas Gusrizal. (DH/SF)

Sumber : SumbarFokus | Editor : Hermanto Deli

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here