Muqtada Al-Sadr Sebut Riyadh Sosok Figur Seorang Ayah di Kawasan Ini

1713

Moslemtoday.com : Muqtada al-Sadr, Ulama Syi’ah yang paling berpengaruh di Irak menyatakan kekagumannya akan sosok putra mahkota saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Hal itu diungkapkan setelah melakukan pertemuan dengan pangeran di Jeddah beberapa waktu lalu.

Al-Sadr mengatakan bahwa Riyadh merupakan sosok figur seorang ayah di kawasan ini (Timur Tengah) dalam upanya menciptakan stabilitas keamanan di dunia Arab.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asharq Al-Awsat pada Jumat, (11/8/2017), al-Sadr mengatakan bahwa pertemuan tersebut telah banyak membawa perubahan positif akan masa depan hubungan Irak-Saudi, banyak issue yang dibahas yang menjadi perhatian bersama di wilayah tersebut, termasuk hubungan Yaman, Bahrain, Suriah, Palestina, Iran-Saudi, Serta hubungan Baghdad dengan Riyadh.

Mengomentari serangkaian terbaru serangan teroris terhadap Arab Saudi, Sadr menyatakan bahwa Saudi telah sangat menderita akan serangan terorisme dan ekstremisme, “seperti semua negara di dunia.” Dia menyerukan dunia internasional untuk mengakhiri ideologi ekstremis dan teroris.

Mengomentari konflik Qatar, Sadr menilai Qatar tidak ada keinginan untuk memperbaiki hubungannya dengan negara tetangganya di Teluk. Sadr menambahkan bahwa konflik Teluk dapat diselesaikan jika Qatar mau memenuhi permintaan yang diberikan Riyadh sebagai syarat untuk mengakhiri blokade Teluk.

Ketika ditanya tentang konflik Suriah, Al-Sadr mengatakan bahwa ia menuntut agar Bashar Assad lengser dari Suriah, karena Suriah yang menderita kekejaman, kehancuran, perang dan terorisme adalah karena Bashar Assad. “Jika [Assad] mundur, akan ada terobosan baru bagi masa depan Suriah, dan tentu saja kedamaian yang lebih besar,” tambahnya.

Meski sama-sama berideologi Syiah, Al-Sadr dikenal sebagai tokoh Syiah yang anti Iran dan Amerika, Dia memiliki pengikut besar di Baghdad dan kota-kota selatan Irak. Al-Sadr juga pernah membuat seruan mengejutkan, yakni meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad lengser. Padahal, para milisi Syiah di Timur Tengah, terutama dari Iran dan Libanon dikenal sebagai loyalis Assad. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Asharq Al Awsat

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here