Muqtada al-Sadr Serukan Aksi 1 Juta Warga Irak Turun ke Jalan untuk Melawan AS

135

Moslemtoday.com : Pemimpin populis Syi’ah Irak Muqtada al-Sadr menyerukan aksi 1 juta warga Irak turun ke jalan untuk menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak.

“Langit, tanah, dan kedaulatan Irak dilanggar setiap hari oleh pasukan pendudukan AS. Saya menyerukan 1 juta rakyat Irak untuk turun ke jalan mengutuk kehadiran Amerika dan pelanggarannya,” kata Sadr, yang juga memimpin blok politik Sairoon, seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu, (15/1/2020).

Namun Sadr tidak menentukan tanggal atau lokasi untuk aksi tersebut.

Pada 5 Januari 2020, Parlemen Irak mengeluarkan resolusi  yang meminta pemerintah untuk mengusir pasukan asing dan membatalkan permintaan bantuan dari koalisi pimpinan-AS yang telah bekerja dengan Baghdad untuk memerangi ISIS.

Sekitar 5.000 tentara AS diketahui masih berada di Irak saat ini.

Pemungutan suara parlemen dilakukan setelah serangan udara AS menewaskan Jenderal Iran  Qassem Soleimani  dan komandan paramiliter Irak  Abu Mahdi al-Muhandis  di luar Bandara Internasional Baghdad dalam suatu serangan yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Namun Sadr mengutuk resolusi parlemen tersebut sebagai “respons yang lemah”, dengan mengatakan langkah itu tidak memenuhi reaksi yang tepat terhadap perkembangan terakhir di Irak dan menyerukan kelompok-kelompok bersenjata di Irak untuk bersatu.

Dalam sebuah surat kepada parlemen yang  dibacakan oleh seorang pendukung pada saat itu, Sadr mendaftarkan sejumlah tuntutan, termasuk pembatalan segera perjanjian keamanan dengan AS, penutupan kedutaan AS, pengusiran tentara AS dengan “cara yang memalukan”, dan kriminalisasi komunikasi dengan pemerintah AS.

Namun di Lapangan Tahrir, pusat gerakan protes di ibukota Baghdad, para demonstran menolak seruan Sadr dengan mengatakan mereka ingin ketegangan antara Iran dan AS agar dipindahkan dari negara itu.

“Kami menolak seruan ini [untuk pawai] karena tidak ada hubungannya dengan tuntutan kami. Kami tidak tertarik pada seruan Sadr atau dari pemimpin politik lainnya. Kami ingin mereka [pemimpin politik] semua pergi,” kata seorang mahasiswa berusia 20 tahun, Jaber al-Khalili, kepada Al Jazeera dari bundaran protes.

“Seruan ini khusus untuk para pendukung dan anggota kelompok bersenjata dan politik Syiah. Seruan ini tidak ada hubungannya dengan tuntutan kami sebagai pengunjuk rasa,” kata Khraybit. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here