Muqtada Sadr Kecam Campur Tangan Iran dan AS dalam Pembentukan Pemerintahan Baru Irak

2252

Moslemtoday.com :  Muqtada Al-Sadr, ulama Syi’ah Irak terkemuka sekaligus pemimpin Koalisi Sairoon Al-Sadr menolak campur tangan Iran dan AS dalam pembentukan pemerintahan baru Irak.

“Iran adalah negara tetangga yang khawatir akan kepentingannya disini dan kami berharap mereka tidak akan campur tangan dalam urusan Irak,” kata al-Sadr dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari salah satu pendukungnya.

“Amerika Serikat adalah negara penjajah, kita tidak akan mengizinkannya mengganggu kita sama sekali,” tambah al-Sadr, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, (29/5/2018).

Menurut hasil pemilu, koalisi Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi parlemen, diikuti oleh koalisi Hashd al-Shaabi (47 kursi) dan Koalisi Perdana Menteri Irak saat ini, Haidar al-Abadi (42 kursi). Partai Demokrat Kurdistan yang berbasis di Erbil, mendapat 25 kursi parlemen.

Koalisi al-Sadr tidak memenangkan mayoritas suara yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan baru tetapi akan memainkan peran utama dalam memilih perdana menteri berikutnya.

Al-Sadr mengatakan bahwa dia akan membentuk kabinet “teknokrat” yang jauh dari ego sektarian yang sempit. Al-Sadr dikenal sebagai tokoh Syi’ah yang anti Iran dan Amerika. Dia memiliki pengikut besar di Baghdad dan kota-kota selatan Irak. Al-Sadr adalah salah satu dari beberapa pemimpin Syi’ah Irak yang tidak memiliki hubungan dekat dengan Iran. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here