Myanmar Blokir Akses Bantuan PBB untuk Warga Sipil Rakhine

1033

Moslemtoday.com : Pemerintah Myanmar memblokir akses bagi organisasi kemanusiaan dan bantuan yang dikerahkan oleh PBB di Rakhine. Hingga saat ini, pasokan makanan, air, serta obat-obatan yang diperlukan warga sipil akiibat konflik di negara bagian itu tidak dapat diberikan.

Atas konflik dan kekerasan yang terus berlanjut di Rakhine, PBB telah mencari cara untuk memberikan bantuan. Namun, akses untuk menjangkau Rakhine sejak 25 Agustus lalu, tidak dapat diberikan oleh Pemerintah Myanmar.

“PBB terus mencoba menghubungi pihak berwenang agar operasi kemanusiaan dapat kami lanjutkan sesegera mungkin,” ujar pernyataan dari Kantor Koordinator Residen PBB di Myanmar, seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa, (5/9/2017).

Situasi di Rakhine sebelumnya dilaporkan semakin memburuk dengan adanya laporan pembakaran desa-desa yang menjadi tempat tinggal warga Rohingya di sana. Kelompok aktivis Human Rights Watchmengatakan banyak bangunan dan area lingkungan warga, khususnya di Maungdaw, wilayah utara negara bagian itu yang terlihat terbakar dan ditunjukkan melalui media sosial.

Setidaknya ada 10 area yang saat itu terlihat penuh dengan kobaran api. Diyakini pasukan militer dengan sengaja melakukan tindakan keras sebagai upaya menekan kelompok militan yang diduga berasal dari etnis Rohingya.

Hingga saat ini, 400 orang, yang kebanyakan berasal dari warga Rohingya tewas dalam kekerasan diRakhine. Sementara, puluhan ribu penduduk etnis tersebut lainnya dilaporkan mencoba melarikan diri dengan melintasi perbatasan darat ke Bangladesh.

Selain itu juga terdapat puluhan warga Rohingya lainnya menyebrangi sungai di wilayah perbatasan menggunakan kapal darurat, namun beberapa diantaranya tenggelam. Puluhan ribu dari mereka yang berhasil melarikan diri ke Bangladesh juga disebut tiba dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Tak sedikit yang mengalami luka parah karena tembakan yang dilepas oleh pasukan militer Myanmar. (DH/MTD)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here