Nabi Mengajarkan Bagaimana Menghargai Perempuan Sebagai Makhluk Yang Bermartabat

466
Sumber Gambar : Republika.co.id

Dari Abu Burdah, dari ayahnya (Abu Musa al-Asy’ari ra), berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Seseorang yang memiki hamba sahaya perempuan, lalu ia memberinya ilmu pengetahuan untuk kebaikan hidupnya, dan mendidiknya dengan sungguh-sungguh untuk kebaikannya, kemudian ia membebaskannya dan menikahinya, maka orang tersebut akan memperoleh dua pahala”. (HR. Sahih Bukhari)

Pada Hadis ini menegaskan, bahkan kepada perempuan yang kelas budak sekalipun, Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam pun menyerukan kepada umatnya agar mereka diberikan kesempatan untuk belajar dan mendidiknya secara baik. 

Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam memahami dan mengerti bener bahwa posisi mereka yang rendah dua level, sebagai budak dan sebagai perempuan. Karena dari itu Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam, bagi mereka yang mengajari dan medidiknya mereka di janjikan dua pahala. Karena mereka mengakui, melindungi, mengajari, dan mendidik mereka yang kelas budak.

Pada Hadis ini juga menjelaskan tentang pernikahan, Pernikahan yang dimaksud disini itu, karena saat itu menjadi satu-satunya instrumen sosial untuk melindungi para budak yang sudah tercabut dari keluarga asal dari kabilahnya.

Mereka yang di bebaskan dari status budak tidak lagi memiliki keluarga, sehingga keluarga majikan adalah satu-satunya tempat bergantung dan berlindung.

Sesungguhnya pada masa itu kedudukan perempuan sangat lah tidak di hargai karena statusnya, kehidupan perempuan masa itu juga tidak lah sepertinya, mereka tidak mendapatkan kehidupan yang layak, mereka juga tidak mendapatkan pendidikan yang layak yang seharusnya mereka dapatkan.

Pada saat itu juga, masih banyak manusia yang secara sosial masih berada di kelas rendah, yang sama sekali tidak dipikirkan oleh banyaknya masyarakat. Sehingga pada masa itu Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan keberadaan mereka sebagai manusia yang perlu adanya pengakuan, pemberdayaan, dan perlindungan.

Penulis : Alif Kemal Pratama (Mahasiswa Jurusan Hadits IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here