OKI Dukung Langkah Arab Saudi dan Koalisi Negara Teluk Putus Hubungan Diplomatik dengan Qatar

2162
A general view of the opening session of the three-day meeting of foreign ministers of the Organization of the Islamic Conference (OIC) that starts its deliberations in Damascus, Syria, on Saturday, May 23, 2009. The meeting will discuss the Middle East Peace process and ways of consolidating Islamic solidarity. (AP Photo/ Bassem Tellawi)

Moslemtoday.com : Organisasi Kerja sama Islam (OKI) telah menyatakan dukungan sepenuhnya atas keputusan beberapa negara teluk untuk memutus hubungan dengan Qatar. Hal itu disampaikan dalam keterangan pers dari Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja sama Islam (OKI), sebagaimana yang dilansir dari Al-Arabiya, Selasa, (6/6/2017).

Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meminta Qatar untuk menghormati komitmennya dalam upaya bersama melawan terorisme, menyusul keputusan beberapa negara Arab untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena dianggap mendukung kegiatan dan kelompok teroris.

Sekretariat Jenderal OKI menyatakan telah mengikuti perkembangan terkini di kawasan Teluk, yaitu pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar oleh banyak negara anggota OKI menyusul informasi dan bukti tindakan bermusuhan yang berasal dari Qatar, kata pernyataan pers dari Sekretariat Jenderal OKI.

Sekretariat Jenderal OKI meminta Qatar untuk menghormati komitmen dan kesepakatan yang telah ditandatangani di dalam Dewan Kerja sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), terutama yang berkaitan dengan menghentikan dukungan untuk kelompok dan kegiatan teroris.

Sekretariat Jenderal OKI menekankan perlunya semua negara anggota OKI, termasuk Qatar, untuk mematuhi prinsip-prinsip Piagam OKI, yang menyerukan untuk mematuhi kebijakan bertetangga yang baik, menghormati kedaulatan, independensi dan integritas teritorial, serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri dari masing-masing negara anggota. (DH/MTD)

Sumber : Al-Arabiya

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here