OKI: Keputusan Taliban Larang Perempuan Kuliah Bertentangan dengan Ajaran Islam

26
OKI: Keputusan Taliban Larang Perempuan Kuliah Bertentangan dengan Ajaran Islam

Moslemtoday.com : Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Sheikh Hussein Ibrahim Taha mendesak Akademi Fiqh Islam Internasional (IIFA) untuk meluncurkan kampanye internasional yang menggalang suara para cendekiawan Muslim dan otoritas agama menentang keputusan pemerintah de facto Taliban yang mencegah Perempuan Afghanistan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

OKI mengingatkan sesuai ajaran agama Islam yang benar bahwa pendidikan merupakan kewajiban tidak hanya bagi kaum laki-laki tetapi juga bagi kaum perempuan, bahkan juga dianjurkan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti universitas.

“Keputusan Taliban merupakan tantangan bagi Akademi Fiqh, selain isu-isu tersebut. minoritas, meningkatnya Islamofobia di negara-negara Barat, dan isu-isu mendesak lainnya,” ungkap Sheikh Husein Ibrahim Taha dalam pernyataannya, seperti dilansir Riyadh Daily, Sabtu, (31/12/2022).

Sekretaris Jenderal OKI menekankan prioritas tentang Afghanistan dalam agenda OKI dan IIFA, menunjukkan bahwa keputusan Taliban saat ini tidak didasarkan pada hukum Islam.

“Pada Juni lalu, kami mengadakan pertemuan ekstensif dengan para ulama Taliban. dan para pemimpin pemerintahan, di mana ada kesepakatan bahwa Islam menjamin hak perempuan, termasuk hak atas pendidikan dan pekerjaan,” tambahnya.

Sheikh Hussein Taha juga menekankan bahwa keputusan Taliban untuk melarang pendidikan bagi perempuan Afghanistan meningkatkan penyebaran kekeliruan tentang Islam yang sebenarnya.

Sumber : Riyadh Daily | Redaktur : Hermanto Deli

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here