Ombudsman Sumbar Nilai, Mahasiswi Dilarang Bercadar Maladministrasi

852

Moslemtoday.com : Ombudsman Sumbar menyorot fenomena regulasi kampus seperti ini terindikasi maladministrasi dan diskriminasi. Menurut Ombudsman Sumbar, diwakili Asisten Ombudsman Sumbar Dheka Arya Sasmita dan Asisten Ombudsman Sumbar

Chairun Amallia kepada Metrans menjelaskan bahwa mahasiswi tidak sepatutnya diberi ancaman tidak dilayani urusan akademiknya jika mereka mengenakan cadar sesuai dengan apa yang diyakini sebagai peribadatan dalam agamanya.

“Dari perspetif Ombudsman, Kita bicara soal pelayanan publik. Atas nama warga negara Indonesia, siapapun berhak mendapatkan pelayanan. Jika ada institusi yang peraturannya seperti itu, malah tidak sesuai dg UUD 1945 karena terkait dengan hak-hak dasar manusia,” jelas

Terkait urusan kode etik kampus, dari ombudsman, jika ada yg menghambt layanan, ini indikasi maladministrasi. Kita lihat dasarnya.mrka menerapkan aturan apa dasarnya. Dheka.

Ditimpali oleh Chairun Amallia, bahwa satu institusi dalam membuat peraturan haruslah sejalan dengan peraturan tertinggi perundang-undangan, dalam hal ini adalah UUD 1954.

“Tidak boleh ada peraturan di bawah yang bertentangan dengan yang di atas, yaitu UUD 1945,” katanya.

Ancaman tidak diberinya layananan akademik  bagi mahasiswi bercadar, oleh karena itu, disebut Ombudsman Sumbar sebagai bentuk maladministrasi yang harus diperbaiki dan diskriminasi yang harus dihilangkan.

“ Kita mengimbau, kampus seperti ini kembalilah kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Dheka.

Dikatakan juga bahwa mahasiswi atau siapapun yang merasa terimbas hak layanan publiknya atas peraturan ini bisa mendatangi Ombudsman Sumbar.

“Kita bersifat persuasif. Kita akan berikan hak jawab pada terlapor terlebih dahulu, kemudian kita beri arahan selanjutnya,” sebut Dheka. (yyn)

Sumber : Metroandalas.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here