OPM, Wujud Nyata Radikalisme dan Terorisme

496

Akhir-akhir ini kata radikalisme semakin gencar menyebar membuat tegang kondisi masyarakat negri ini. Radikalisme bagaikan momok yang menakutkan dan mengancam Indonesia.

Hingga berbagai komponen masyarakat, dari tingkat sekolah, kampus, hingga pemerintahan menyatakan perang melawan Radikalisme melalui seminar-seminar dan opini-opini yang di gencarkan agar masyarakat tidak terpapar paham radikalisme.Namun jika di telaah lebih dalam kepada siapa istilah radikalisme lebih tepat untuk di tunjukan?

Seperti yang di kutip dalam laman tribunnews.com anggota Satgas Gakkum Polda Papua Briptu Hedar yang sempat disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB), ditemukan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jenazah Briptu Hedar ditemukan Senin (12/8/2019) pukul 17.30 WIT.

Fakta di atas menunjukan dengan gamblang potret nyata radikalisme dan terorisme dimana Gerakan Papua Merdeka terus merongrong negeri ini. Gerakan sparatisme yang menggunakan kekerasan dan tak henti-henti nya terus menelan korban. Inilah ancaman nyata bagi Indonesia.

Konflik OPM yang sejak dulu tak pernah terselesaikan justru semakin tumbuh subur. Namun pada fakta nya kelompok OPM yang sudah jelas-jelas telah melakukan tindakan meneror dan membuat keresahan, bahkan kekerasan dan sparatisme justru tak pernah di sebut sebagai kelompok Radikal.

Dan yang lebih mirisnya lagi istilah radikalisme dan terorisme justru disematkan pada ormas-ormas Islam yang tak pernah melakukan kekerasan, teror maupun gerakan sparatisme. Inilah keterbalikan logika, dimana istilah radikalisme menjadi suatu istilah relatif yang di gunakan sesuai kepentingan.

Disilah penting nya masyarakat untuk memahami apa itu sebenar nya radikalisme agar masyarakat tidak sembarangan menempatkan istilah tersebut, apalagi menyematkan istilah radikalisme pada simbol-simbol, identitas dan ormas-ormas islam karena ini sangat berbahaya.

Hal ini dapat memandulkan pola pikir dan logika, sehingga masyarakat menempatkan istilah radikalisme pada sesuatu hal yang justru fakta nya tak dapat di raba dan di lain sisi mengabaikan fakta dan wujud sebenar nya dari radikalisme dan terorisme itu sendiri.

Pengirim: Dian Ambarwati, Muslimah Wonogiri

Sumber : Republika.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here