Padang Panjang Menuju Kota Statistik 2023

20

Padang Panjang, Humas_Pranata Humas Ahli Pertama Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang menghadiri Sosialisasi dan Pencanangan Padang Panjang Menuju Kota Statistik dan Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) di Hall Lantai III Balaikota Padang Panjang, Senin (13/06/2022).

Pencanangan langsung dilakukan Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran Datuak Paduko Malano yang ditandai dengan pemencetan tombol sirine di Hall Lantai III Balai Kota.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, unsur Pimpinan Forkopimda, perwakilan Bappeda Sumbar, Dinas Kominfo Sumbar, kepala BPS Sumbar, sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Padang Panjang, kepala BPS Kota Padang Panjang serta kepala Badan Pusat Statistik (BPS) se Sumatera Barat.

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Satu Data Kota Padang Panjang Yang Berkualitas, Menuju Kota Padang Panjang Menjadi Kota Statistik Tahun 2023″

Bumi Serambi Mekkah Kota Padang Panjang resmi dicanangkan sebagai Kota Statistik dan Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) untuk tahun 2023

“Pencanangan Kota Statistik adalah bagian dari rentetan progres kegiatan yang telah dilakukan semenjak jauh hari. Dimulai dari peresmian Pojok Statistik, Forum Satu Data dan pembuatan Website Serambi Data. Sehingga dari hasil kerja keras itu semua, kita dapat mencanangkan Kota Padang Panjang sebagai Kota Statistik pertama di Indonesia,” ujar Fadly Amran saat memberikan sambutan.

Wali kota muda itu mengungkapkan, pada saat ini data merupakan hal yang sangat eksklusif dan penting dalam menentukan arah pembuatan kebijakan dan pembangunan Kota Padang Panjang ke depan.

“Saat ini, data bisa dibilang sangat penting sekali. Tidak heran kalau presiden mengatakan data ini sebagai new oil, karena nantinya yang menguasai datalah yang akan menguasai dunia (berjaya),” ulasnya.

“Untuk itu, pemerintah saat ini dituntut untuk harus menguasai data, baik secara nasional maupun secara global,” pungkasnya.

Fadly berharap dengan langkah awal yang diambil Pemerintah Kota ini, nantinya dapat menjadi gerakan bersama khususnya bagi Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Barat. Sehingga nantinyanya Sumatera Barat juga dapat menjadi Provinsi Statistik pertama di Indonesia.

“Mari kita tekankan, jangan sampai pencanangan ini hanya sebatas seremonial belaka, tanpa betul-betul melihat sejauh mana target yang dicanangkan. Jadi saya berharap kerja sama kita semua, bagaimana betul-betul melirik target Kota Padang Panjang yang hari ini telah dicanangkan sebagai Kota Statistik. Saya harap kita semua dapat concern dengan pencanangan Kota Statistik ini,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Eng. Imam Machdi, M.T mengapresiasi Kota Padang Panjang yang telah mengambil langkah awal sangat baik, dengan berani mencanangkan diri sebagai Kota Statistik pertama untuk tahun 2023.

Imam mengungkapkan, apa yang telah dilakukan Padang Panjang ini sebenarnya sudah melaksanakan apa yang diarahkan Presiden Joko Widodo. Di mana paradigma pembangunan yang dulunya sentralistis, bersifat top down, tetapi sekarang dikombinasikan secara hybrid (bottom up) dari bawah.

“Saya sangat apresiasi sekali, khususnya Wali Kota Padang Panjang yang sangat visioner. Karena untuk membangun suatu negara, daerah/kota itu memang harus berlandaskan dengan data. Data akan menjadi mesin untuk kita menggerakkan berbagai permasalahan mencarikan solusi dalam membangun daerah lebih maju,” ujarnya.

Imam menyebutkan, Cinta Statistik ini merupakan program pembinaan sektoral yang dilakukan BPS menuju Satu Data Indonesia. Di mana presiden telah mengambil keputusan bahwa negara hanya menggunakan satu data. Yakni data dari statistik.

“Kelurahan Cantik, kelurahan-kelurahan tersebut nantinya akan dibimbing BPS dalam pengumpulan, pengolahan dan penyajian data sesuai kaidah data statistik. Melalui bimbingan dari BPS, kita berharap kelurahan dapat menghasilkan data yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan data yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi riil yang ada di masyarakat. Baik dari segi perekonomian, sosial, maupun kependudukan. Sehingga dengan data yang baik, Pemerintah Kota Padang Panjang dapat membuat arah pembangunan dan kebijakan yang tepat bagi masyarakat.

“Dari program ini, diharapkan di tingkat kelurahan dapat menghasilkan optimalisasi informasi kelurahan berbasis masyarakat. Nanti kelurahan mampu menyusun dan menghasilkan data yang lengkap dan terperinci. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan data di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Pihaknya meyakini, dengan berbasis geospasial dan statistik, nantinya akan melahirkan data yang berkualitas di Kota Padang Panjang. Ini semua memerlukan komitmen bersama dan program yang berkelanjutan. Sehingga data yang dihasilkan betul-betul data yang tumbuh dan actual, bermanfaat bagi Pemerintah Kota.

Pada kesempatan tersebut Imam Machdi didampingi Wako Fadly berkesempatan untuk mengunjungi Command Center di Balai Kota dan Pojok Statistik yang berada di Perpustakaan Daerah Padang Panjang. (Adi)

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here