Palestina Kutuk Pernyataan yang Menyesatkan oleh PM Australia Tentang Jerusalem

939

Moslemtoday.com : Palestina mengutuk apa yang disebut dengan “pernyataan sesat” yang dibuat oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison tentang rencana untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan relokasi kedutaan Australia dari Tel Aviv ke Jerusalem.

“Kami menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil tindakan segera untuk mengingatkan Pemerintah Australia bahwa niat sepihak seperti itu telah mengorbankan hak-hak dasar jutaan orang Palestina, yang telah berjuang selama lebih dari 70 tahun untuk menuntut hak mereka dan kemerdekaan dalam negara berdaulat, Palestina,” kata Ahmad Shami, Juru Bicara untuk Kantor Perdana Menteri Palestina, seperti dilansir dari Palestine News Network, Kamis, (18/10/2018).

“Mr. Morrison harus memahami bahwa niat seperti itu mengikuti jejak pemerintahan Trump yang mencerminkan pengkhianatan konsensus internasional mengenai dukungan solusi dua negara. Selain itu, tindakan terang-terangan ini adalah pelanggaran langsung terhadap resolusi DK PBB yang menjaga hak-hak Palestina di perbatasan 1967 dan Jerusalem, melanggar Konvensi Jenewa Keempat, Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, kesepakatan sementara dan lebih khusus lagi pasal 7 dari Kesepakatan Oslo 1995, dan dianggap sebagai campur tangan ilegal dalam masalah internal Israel-Palestina,” ungkap Shami.

“Kami menghormati karakter Australia sebagai negara yang berdaulat. namun, kami berharap Pemerintah Australia untuk menghormati hak-hak politik warga negara Palestina yang sudah lama berdiri, mempertimbangkan kembali pernyataan destruktif semacam itu, dan mengambil keputusan yang akan melestarikan Hukum Internasional, resolusi DK PBB yang melindungi hak-hak Palestina, dan semua perjanjian yang ditandatangani antara Negara Palestina dan Israel,” tutup Shami. (DH/MTD)

Sumber : Palestine News Agency  | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1440 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here