Pangeran Khalid : Kita Harus Menekan Iran untuk Menghindari Konflik yang Lebih Besar

1040

Moslemtoday.com : Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman menyerukan kepada komunitas internasional agar terus menekan Iran untuk menghindari terjadinya konflik yang lebih besar.

“Arab Saudi memiliki visi 2030, Iran memiliki visi 1979. Arab Saudi bekerja untuk menciptakan keamanan regional. Iran bekerja untuk mengacaukan kawasan. Iran ingin mengekspor revolusi. Iran memiliki ideologi ekspansionis. Iran ingin negara-negara lain di kawasan ini tidak menjadi teman, tetapi berada di bawah proyek ekspansionis Iran,” ungkap Pangeran Khalid, seperti dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, (25/1/2020)

Salah satu cara di mana Iran telah mempromosikan pengaruhnya yang jahat adalah melalui terorisme. Di Libanon, Iran membentuk Hizbullah. Di Yaman, Iran membentuk Houthi yang mengkudeta pemerintah Yaman yang sah, dan Iran terus membangun milisi-milisinya di kawasan ini.

Pangeran Khalid juga mengungkapkan peran Arab Saudi di Libanon dan Yaman yang jauh berbeda dengan Iran.

“Kami mengirim wisatawan ke Libanon, Iran mengirim teroris ke Libanon. Kami mengirim pengusaha, Iran mengirim penasihat militer. Bisa dilihat bagaimana dukungan militer dan politik Iran untuk Hizbullah di Libanon,” ujar Pangeran Khalid.

“Kami ingin rakyat Libanon maju, menjadi negara yang makmur. Iran ingin Libanon berperang dengan saudaranya sendiri. Iran ingin Libanon menjadi proyek percontohan ekspansionis mereka yang berhasil,” kata Pangeran Khalid.

Mengenai konflik di Yaman, Pangeran Khalid mengatakan bahwa Arab Saudi telah berupaya mengakhiri perang. Sementara Houthi terus bergerak dan membunuh dan membantai orang-orang Yaman dan mengancam pemerintah pusat Yaman yang sah.

Arab Saudi tetap berkomitmen pada solusi politik untuk mengakhiri konflik sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2216, yang menyerukan pemerintah Yaman yang Sah dengan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang diakui PBB untuk membangun kembali kendali atas negara itu.

“Orang Houthi perlu memilih antara menjadi milisi Iran di Yaman atau Hizbollah lain di Yaman, atau menjadi partai politik di Yaman. Kami ingin mereka menjadi bagian dari rakyat Yaman, bukan bagian dari Iran,” ungkap Pangeran Khalid.

“Karena itu kita perlu menekan rezim Iran untuk menghentikan ekspansinya di wilayah ini yang akan membawa kita pada konflik yang lebih besar. Jika kita tidak melakukan apa-apa, sama seperti yang kita lakukan dalam beberapa tahun terakhir, itu akan membawa kita pada konflik yang lebih besar,” tambah Pangeran Khalid. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here