PBNU Sebut Mengucap Salam Agama Lain Simbol Toleransi

2328

Moslemtoday.com : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pengucapan salam agama lain oleh pejabat muslim dalam pidato resmi adalah sebuah budaya, bukan penistaan atau melecehkan. PBNU menilai budaya itu sebagai bentuk persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathoniyyah.

Hal itu dikatakan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menanggapi surat edaran MUI Jatim yang menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bid’ah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

“Sebagai salam kebangsaan yang tentu semua para tokoh atau pemimpin bermaksud untuk mempersatukan, sepanjang yang saya lihat dari berbagai forum tidak ada satu pun yang berniat menistakan, melecehkan, atau menodai,” kata Helmy, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin, (11/11/2019).

Helmy menyampaikan pengucapan salam agama lain sebagai hasil dari proses akulturasi. Hal itu juga dimaknai sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia.

“Sepanjang seluruh yang diucapkan tidak bertentangan dengan niat, maka sepanjang itu pula kalimat yang menyatakan salam kebangsaan tersebut tidak akan mengganggu akidah dan teologi seseorang,” ujar Helmy.

Hermy juga berpendapat para pemimpin tak sembarangan mengucap salam agama lain dalam forum resmi. Mereka hanya melakukan itu dalam forum yang dihadiri masyarakat lintas agama. Sementara dalam forum agama tertentu para pemimpin tak akan mengucap salam agama lain.

Meski begitu, Helmy tetap menghargai pendapat MUI Jatim. Ia meminta masyarakat saling menghargai pendapat terkait hal ini. “Saya berharap kita hargai pendapat itu untuk kemudian tidak saling diperdebatkan, yang justru akan menimbulkan ketegangan,” ungkap Helmy.

Sumber : CNN Indonesia

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here