PBNU : Tulis Kalimat Tauhid di Bendera itu Makruh Bahkan Bisa Menjadi Haram

8993

Moslemtoday.com :  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membahas soal bendera bertuliskan kalimat tauhid, yang mereka yakini sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyampaikan perihal hukum Islam yang berkenaan dengan penulisan ayat Alquran pada bendera dan benda-benda lainnya.

“Mayoritas agama dengan empat mazhab itu berpendapat bahwa menulis ayat Alquran, kalimat tayibah, di bendera, di tembok, di pakaian, di atap rumah, itu makruh. Bahkan ada yang mengatakan itu haram,” tutur Said di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Dia menyampaikan riwayat zaman dulu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat ada pemuda sedang menulis ayat Alquran di tembok. Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal sebagai pemimpin santun, pada saat itu menempeleng pemuda tersebut. Soalnya, menulis ayat Alquran tak boleh di sembarang media.

“Begitu pula, haram (hukumnya) membikin lukisan yang bertulisan Alquran, Asmaul Husna, karena nanti khawatir akan menjadi sampah, akan terhina, khawatir karena nanti akan tidak bisa menghormati,” tutur Said.

Dia menyatakan pendapat soal haram hingga makruhnya menuliskan ayat Alquran pada bendera dan benda lainnya dilandasi oleh hadis sahih Muslim dan pendapat banyak ulama. Para ulama itu di antaranya Imam Nawawi dalam ‘Raudlatuth Thalibin’, Imam Al Syarwani, hingga Ibnu Taimiyah.

“Ini bukan karena ISIS, bukan karena HTI. Tidak ada ulama yang menganggap baik kalimat Tauhid di bendera, karena takut akan tidak mampu kita menghormatinya,” tuturnya.

Sumber : Detikcom

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here