PDIP Minta UKP Pancasila Tak jadi Lembaga Seremonial Belaka

1959

Moslemtoday.com : Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah menilai keputusan Presiden Joko Widodo membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila ( UKP-PIP) adalah keputusan yang tepat.

Menurut Basarah, UKP-PIP ini sudah lama dinanti-nanti oleh bangsa Indonesia yang galau sejak era reformasi tahun 1998 lalu. Sejak saat itu, pemerintah dinilai telah kehilangan arah dan orientasi dalam strategi sosialiasi dan pemantapan ideologi Pancasila kepada rakyatnya.

“Kita harapkan Yudi Latif dapat membawa lembaga UKP-PIP bukan menjadi lembaga seremonial tetapi benar-benar dapat hadir sebagai solusi bangsa dengan program-program yang kreatif dan modern,” ucap Basarah sebagaimana dikutip dari KOMPASCOM, Kamis, (7/6/2017).

Basarah menjelaskan, euforia politik pada awal reformasi untuk menjatukan rezim otoriter Orde Baru telah salah sasaran. Sebab, Pancasila sebagai kambing hitam yang dianggap menjadi penyebab langgengnya kekuasaan Jenderal Soeharto selama 32 tahun.

“Padahal, sejatinya Pancasila itu adalah ideologi milik bangsa Indonesia bukan milik suatu rezim tertentu saja,” kata Ketua Fraksi PDI-P di MPR ini. Pengkambinghitaman Pancasila tersebut, lanjut Basarah, akhirnya membuat Tap MPR Nomor II Tahun 1978 tentang program Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) dicabut.

Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) sebagai lembaga yang bertugas melakukan sosialisasi dan pemantapan ideologi bangsa juga dibubarkan. (DH/MTD)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here