Pekikkan ‘Allahu Akbar!’, Para Warga Kristen Marawi Lolos dari ISIS

5069

Moslemtoday.com : Pada Sabtu dini hari, sekitar 160 warga sipil Muslim dan Kristen di Marawi melambaikan bendera putih dan memekikkan “Allahu Akbar!” ketika menuju tempat pemeriksaan kelompok ekstremis ISIS. Teriakan takbir itu telah menyelamatkan mereka.

Ratusan warga sipil itu termasuk sebagian besar wanita, anak-anak dan para lansia. Mereka yang dari komunitas Muslim dan Kristen yang bersatu saling melindungi dari incaran kelompok Islamic State atau ISIS. Kelompok ekstremis itu sebelumnya adalah kelompok Maute, namun telah bersumpah setia menjadi bagian dari ISIS.

”Kami menyelamatkan diri,” kata tokoh masyarakat Muslim dan mantan politisi di Marawi, Norodin Alonto Lucman. Tokoh Muslim ini telah menyelamatkan sekitar 64 warga Kristen dengan menyembunyikan mereka di rumahnya.

”Ada rencana untuk mengebom seluruh kota (Marawi) jika (ISIS/Daesh) tidak menyetujui tuntutan pemerintah,” ujar Lucman.

”Kami mendapat tip dari komandan bahwa kami harus pergi keluar,” ujar Residen Leny Paccon, yang telah menyembunyikan 54 orang di rumahnya, termasuk 44 orang Kristen.

”Ketika saya mendapatkan teksnya, segera kami keluar, sekitar pukul 07.00,” ujarnya. Paccon kemudian bergabung dengan Lucman dan kelompoknya dalam usaha putus asa untuk melarikan diri dari ancaman pembunuhan ISIS.

”Saat kami berjalan, yang lain bergabung dengan kami,” tutur  Lucman. ”Kami harus melewati banyak penembak runduk.”

Menurut laporan Reuters, Minggu (4/6/2017), para ekstremis ISIS menghentikan warga sipil untuk mencari orang Kristen, termasuk pekerja konstruksi Jaime Daligdig. Ketika dihentikan, mereka kompak memekikkan “Allahu akbar!”. Teriakan itu membuat mereka diizinkan lewat.

Uskup Marawi, Edwin de la Pena, mengatakan kepada The Guardian bahwa seorang pemimpin Muslim setempat berjasa menyembunyikan orang-orang Kristen di penggilingan padi. Pemimpin Muslim itu, kata dia, memberikan beberapa pelajaran singkat dalam Islam.

”Dia memberi mereka orientasi,” kata de la Pena. ”Bagaimana menanggapi pertanyaan, melafalkan doa, memakai jilbab, bagaimana mengucapkan assalamu alaikum,” ujar Pena. Para warga Kristen itu sengaja dilatih warga Muslim agar berhasil lolos dari pemeriksaan ISIS.

Sumber : Reuters | The Guardian | Sindonews

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here