Peran Aktif Perempuan dalam Kegiatan Publik Menurut Islam

45
https://3.bp.blogspot.com/-0lPx6G89QMA/XHOr5pVQGRI/AAAAAAAAAtA/z80sn8uVOeQ94lBGVQlUJNhJEKZU_rGMwCLcBGAs/s1600/IMG-20190225-WA0018.jpg

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: ” يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَا أَسْمَعُ اللَّهَ ذَكَرَ النِّسَاءَ فِي الْهِجْرَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ

Dari umm salamah ra, ia bertanya ke rasulullah saw “wahai rasulullah, saya tidak mendengar Allah mengapresiasi hijrah para perempuan”. Kemudia Allah swt menurunkan ayat: “bahwa sesungguhnya aku tidak akan membuang-buang apa yang diperbuat setiap orang diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian kamu dari sebagian yang lain. (Sunan Tirmidzi).

Dalam konteks pemahaman sering kali kita mendengar nasehat agar seorang perempuan tidak banyak bertanya dan menuntut, tetapi ada banyak kisah perempuan sahabat pada masa Nabi saw yang justru aktif, ekspresif dan asertif mereka biasa bertanya, meminta bahkan menuntut ketika tidak menerima sesuatu yang menjadi hak mereka, menjadi korban kekerasan, bahkan ketika al-quran tidak mengapresiasi kerja kerja mereka.

 Hadis umm salamah ra ini hanya salah satu contoh hadis yang mencakup kegelisahan seorang perempuan pada masa awal islam. hadis ini bisa kita jadikan sebagai kritik untuk seseorang yang sering kali meminta seorang perempuan untuk selalu diam, selalu mendengar dan selalu taat dengan aturan yang sudah digariskan.

Dalam hadis ini berkisah tentang bagaimana seorang umm salamah ra yang meminta dan menuntut kepada rasulullah dimana pada saat itu al-quran dan islam tidak ada pernyataan tegas mengenai peran publik seorang perempuan, oleh karena itu dari hadis ini kita bisa belajar banyak hal  seperti perempuan punya hak yang sama seperti laki laki, ia berhak untuk menuntut, meminta apresiasi dari kerja kerjanya di publik, hadis ini juga memberi ketegasan bahwa seorang perempuan juga punya hak untuk ikut aktif dalam kegiatan publik seperti hijrah dan jihad sebagaimana yang tertulis dalam hadis dan ayat ini.

Hal ini juga seharusnya diterapkan dalam sistem sosial agar bisa terwujudnya sistem sosial yang dapat mengapresiasi kerja kerja siapa pun baik laki laki maupun perempuan secara nyata diranah domestik maupun publik.

Penulis : Rizka Fazria (Mahasiswi Jurusan Hadits IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here