Perbedaan Taliban, ISIS dan Al-Qaeda: Sejarah, Ideologi dan Eksistensinya

704
https://www.aljazeera.com/wp-content/uploads/2021/08/000_9LA4U9.jpg?resize=770%2C513
Images : Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Taliban. Sumber : Aljazeera.com/AFP

Moslemtoday.com : Taliban, ISIS dan Al-Qaeda kembali menarik perhatian publik setelah serangan bom di bandara kabul, Afghanistan yang menewaskan 13 tentara AS dan 170 warga sipil pada Kamis (26/8/2021). ISIS melalui afiliasinya di Afghanistan, ISIS-K mengklaim sebagai pihak yang berada dibalik serangan tersebut. Sementara Taliban mengecam serangan tersebut karena menargetkan warga sipil. Lalu bagaimana dengan Al-Qaeda?

Meskipun ISIS telah mendominasi pemberitaan di media dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Taliban membuat dunia internasional terkejut setelah berhasil mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021 lalu. Taliban kemudian mendeklarasikan Emirat Islam Afghanistan.

Berbicara tentang ISIS, Al-Qaeda, dan Taliban tidak terlepas dari benang merah, sejarah dan ideologi dari ketiga kelompok tersebut. Publik sering menganggap ketiga kelompok tersebut adalah sama sebagai kelompok radikal, teroris dan ekstremis yang anti terhadap Amerika dan sekutunya. Meskipun terlihat mirip, namun ternyata ketiga kelompok tersebut memiliki padangan yang berbeda secara signifikan dan seringkali ketiga kelompok tersebut mengalami konflik satu sama lain.

Al-Qaeda

Al-Qaeda merupakan organisasi paramiliter fundamentalis Islam Sunni yang didirikan oleh Osama Bin Laden pada tahun 1988 di Pakistan untuk menggalang kekuatan melawan pasukan Uni Soviet pada saat Perang Afghanistan-Soviet yang berlangsung pada tahun 1979-1989.

Al-Qaeda menganut paham Quthbisme, yaitu sebuah bentuk interpretasi Islam garis keras yang mengobarkan semangat jihad dalam pertempuran. Al-Qaeda digolongkan sebagai organisasi teroris internasional oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, PBB, Inggris, Kanada, Australia, Arab Saudi dan beberapa negara lain.

Foto sebuah surat kabar tertanggal 08 November 2001 menunjukkan Osama bin Laden (kiri) duduk bersama wakilnya Ayman al-Zawahiri (kanan)

Al-Qaeda berarti ‘fondasi’ dalam bahasa Arab dan mereka percaya bahwa Jihad adalah satu-satunya jalan untuk menegakkan Dienul Islam dan melawan musuh-musuh Islam. Mereka meyakini konsep jihad defensif, yakni menjadi suatu kewajiban bagi setiap Muslim untuk memerangi mereka yang telah memerangi Islam.

Al-Qaeda menjadi sorotan internasional setelah serangan 11 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC), New York yang menewaskan 2.977 orang. Al-Qaeda disebut sebagai pelaku dalam serangan tersebut, yang menyebabkan Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 untuk memburu pemimpin Al-Qaeda, Sheikh Osama Bin Laden.

Eksistensi Al Qaeda saat ini masih diperdebatkan, sebagaian mengatakan Al Qaeda telah berakhir dengan tewasnya Sheikh Osama Bin Laden oleh AS pada tahun 2011. Sebagian lagi mengatakan, Al Qaeda masih aktif dan dipimpin oleh Sheikh Ayman Az-Zawahiri dari tempat persembunyiannya di Afghanistan/Pakistan. Pernyataan terbaru Sheikh Ayman Az-Zawahiri pernah muncul dalam video pendek pada tahun 2020 mengecam penderitaan Muslim Rohingya. Namun, tidak adanya tanggal pasti di video itu mempersulit konfirmasi apakah Sheikh Ayman masih hidup atau sudah meninggal.

Dalam perkembangannya, Al-Qaeda telah terfragmentasi selama bertahun-tahun menjadi berbagai gerakan-gerakan regional yang memiliki sedikit hubungan satu sama lain, di antaranya : Jemaah Islamiyah (JI), AQAP (Al Qaeda Arabian Peninsula), Al Shabab, Boko Haram Abu Sayyaf, dan beberapa jaringan lainnya.

Taliban

Pada dasarnya, Taliban berbeda dengan Al-Qaeda walau sama-sama bermadzhab Islam Sunni, namun Taliban lebih bersifat nasionalis. Taliban secara resmi pernah memerintah Afghanistan pada tahun 1996 hingga 2001. Kekuasaan Taliban lengser saat Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001.

Taliban menganut paham Islam Sunni dan bermadzhab Hanafi. Gaya hidup mereka banyak dipengaruhi oleh tradisi suku Pashtun. Taliban berarti ‘murid’ dalam bahasa Arab, dan secara luas kelompok ini pertama kali muncul dari madrasah-madrasah yang mengajarkan ajaran Islam secara ketat. Di antara madrasahnya yang paling terkenal adalah Madrasah Deobandiyah. Sehingga terkadang Taliban juga disebut beraliran Deobandi.

Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar saat perundingan di Qatar, Doha, pada 18 Juli 2021. (AFP PHOTO/KARIM JAAFAR)

Taliban berdiri pada tahun 1994 dan didirikan oleh Mullah Mohammad Omar dan Abdul Ghani Baradar. Pada saat berkuasa di Afghanistan pada tahun 1996-2001, Taliban berupaya memulihkan perdamaian dan keamanan melalui penerapan Syariat Islam. Namun, dunia internasional menganggap Taliban telah memberlakukan Undang-undang yang sangat kaku. Di antaranya, perempuan di atas usia 10 tahun dilarang mengenyam pendidikan, dan televisi serta media dilarang.

Saat ini, Taliban adalah satu dari dua entitas politik yang sama-sama mengklaim sebagai pemerintah yang sah atas Afganistan di samping pihak Republik setelah Taliban berhasil mengambil alih Kabul pada pertengahan Agustus 2021 lalu.

Ketakutan terhadap Taliban yang dinilai akan menerapkan Undang-undang yang sama saat berkuasa di masa lalu, membuat sebagian warga Afghanistan berbondong-bondong melarikan diri ke bandara Kabul untuk keluar dari negara tersebut.

Sementara itu, beberapa negara dan organisasi internasional masih mencap Taliban sebagai organisasi teroris.

ISIS

ISIS adalah kelompok militan ekstremis yang memproklamirkan berdirinya Kekhalifahan Islamiyah yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi pada tanggal 29 Juni 2014 di Mosul, Irak. Sebagai kekhalifahan, ISIS mengklaim kendali agama, politik, dan militer atas semua Muslim di seluruh dunia, dan keabsahan semua keamiran, kelompok, negara, dan organisasi tidak diakui lagi setelah kekuasaan khilafah meluas dan pasukannya tiba di wilayah mereka.

Per Desember 2015, ISIS berhasil menguasai wilayah dari Irak barat hingga Suriah timur yang diperkirakan berpenduduk 8–12 juta orang. Lewat jaringannya, ISIS juga berhasil menguasai wilayah kecil di Libya, Nigeria, dan Afghanistan. Kelompok ini juga beroperasi atau memiliki afiliasi di berbagai wilayah dunia, termasuk Afrika Utara dan Asia Selatan.

Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan “kekhalifahan” ISIS di masjid Mosul al-Nuri pada bulan Juli 2014. File Foto : AFP

PBB menyebut ISIS telah melakukan pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Amnesty International melaporkan bahwa kelompok ini telah melakukan pembersihan etnis berskala sangat besar. Kelompok ini dicap sebagai organisasi teroris oleh PBB, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, Amerika Serikat, India, Indonesia, Israel, Turki, Arab Saudi, Suriah, dan negara-negara lain. Lebih dari 60 negara secara langsung atau tidak langsung berperang melawan ISIS.

Kelompok ini awalnya didirikan dengan nama Jama’at al-Tawhid wal-Jihad pada tahun 1999, lalu bergabung dengan al-Qaeda pada tahun 2004. Kelompok ini terlibat pemberontakan Irak setelah pasukan koalisi Barat menyerbu Irak tahun 2003. Bulan Januari 2006, kelompok bergabung dalam Dewan Syura Mujahidin. Pada bulan April 2013, al-Baghdadi mengumumkan bersatunya ISIS dengan Front al-Nusra. Namun demikian, Pemimpin Al-Nusra Abu Mohammad al-Julani, dan Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri menolak penyataan tersebut.

Setelah perebutan kekuasaan selama delapan bulan, Al-Qaeda memutus semua hubungan dengan ISIS pada tanggal 3 Februari 2014 karena ISIS enggan berunding dan luar biasa keras kepala. Dalam perang Suriah, kelompok ini melancarkan serangan terhadap pasukan musuh dan terhadap faksi mujahidin lainnya. Akhirnya, ISIS sendiri diboikot oleh faksi-faksi Mujahidin di Suriah dan Iraq.

Dalam melancarkan gerakannya, ISIS juga berhasil memanfaatkan kekuatan media sosial dengan cara yang tidak dimiliki oleh kelompok Mujahidin sebelumnya. Dengan menggunakan YouTube, Twitter, dan WhatsApp, kelompok ini menyebarkan propaganda yang menyebabkan banyak anak-anak muda bergabung dengan mereka dari berbagai belahan dunia. Saat ini, ISIS diketahui masih melancarkan pergerakannya dengan adanya serangan-serangan bom di berbagai tempat yang diklaim dilakukan oleh ISIS.

ISIS-K

ISIS-K adalah cabang ISIS di Afghanistan dan Pakistan. ISIS-K awalnya dibentuk pada tahun 2015 oleh militan dari Pakistan, serta beberapa anggota Taliban yang tidak puas dengan Taliban, dan beroperasi di utara dan timur Afghanistan.

ISIS-K memiliki hubungan perselisihan yang keras dengan Taliban karena perbedaan pandangan dan prinsip di banyak hal. ISIS-K telah melakukan sejumlah serangan tingkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada laporan bahwa jumlah pengikut kelompok itu telah berkurang. Baru-baru ini, aksi mereka pada serangan bom di Bandara Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021) yang diklaim oleh ISIS-K.

Sumber : Theforces.net, Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here