Perdagangan Manusia menjadi lebih “MENGERIKAN” di zona konflik

85

Moslemtoday.com : Perdagangan manusia menjadi lebih “mengerikan” di zona konflik, di mana kelompok-kelompok bersenjata menjadikan perempuan sebagai budak seks dan menggunakan tentara anak-anak untuk menyebarkan ketakutan, kata PBB, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Senin, (7/1/2019)

Gadis-gadis dipaksa menikah dengan anak laki-laki yang diperuntukan memasak dan membersihkan. Militan menggunakan perdagangan manusia sebagai alat untuk meningkatkan kontrol mereka di daerah-daerah di mana aturan hukum lemah, Reuters melaporkan.

“Perdagangan ditemukan sehubungan dengan sebagian besar konflik bersenjata,” kata Yury Fedotov, direktur eksekutif PBB tentang Narkoba dan Kejahatan UNODC. Fedotov menambahkan, “Dalam situasi yang ditandai dengan kekerasan, kebrutalan dan pemaksaan, pedagang manusia dapat beroperasi dengan impunitas yang lebih besar.”

Fedotov mengatakan, penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian 2018 untuk Nadia Murad seorang mantan budak seks Daesh yang berubah menjadi aktivis Yazidi dan duta besar. Ini merupakan “pengakuan penting” dan mendesak dunia untuk menghentikan penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang. Seperti di kutip dari Middle East Monitor, Senin, (7/1/2019)

Laporan UNODC mengatakan bahwa sudah banyak yang menjadi korban, kebanyakan yang diperdagangkan untuk sex adalah perempuan. Kenapa ini bisa terjadi ? Karena jumlah total hukuman masih sangat rendah di banyak negara, terutama di Afrika dan Timur Tengah.

“Bahkan di beberapa negara … tampaknya hampir tidak ada hukuman bagi pedagang untuk melakukan hal yang demikian,” kata laporan itu.

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Aris Abadi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here