Perintah Penutupan Masjid Dicabut, Warga Muslim di Burkina Faso Banjiri Masjid

326
https://www.ihh.org.tr/public/news/2/2531/ahmet_ejder_camii_2_3.jpg
Ilustrasi. Sumber Foto : www.ihh.org.tr

Moslemtoday.com : Warga Muslim di Burkina Faso berbondong-bondong memadati Masjid di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou setelah Pemerintah mencabut perintah penutupan Masjid di negara itu. Burkina Faso memerintahkan penutupan Masjid pada bulan Maret lalu saat wabah Covid-19 mulai muncul di negara Afrika Barat tersebut.

Tetapi perintah itu mendapat protes dari warga Muslim di negara itu, khususnya selama bulan suci Ramadhan yang sedang berlangsung. Pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 sekitar 100 warga melakukan protes di Kantor Federasi Asosiasi Islam Burkina (FAIB) untuk menuntut keputusan tersebut.

FAIB, yang bertindak sebagai perantara antara Pemerintah dan warga Muslim, kemudian mengatakan bahwa pemerintah telah mencabut keputusan itu, dengan ketentuan bahwa Jamaah harus mengenakan masker dan menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan lainnya.

Sejak keputusan itu, Masjid Islamic Center Burkina Faso ramai dipadati jamaah untuk melaksanakan ibadah. Beberapa di antara mereka ada yang mengenakan masker. Abdoul Moumini Zoundi, sekretaris tetap FAIB, mengakui banyak jamaah yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Saya datang dengan sajadah saya sendiri untuk menghindari shalat di atas tikar yang sama dengan yang lain. Adapun masker, beberapa mengenakannya, yang lain tidak,” ungkap Zoundi, seperti dilansir dari Reuters, Selasa, (5/5/2020).

Meskipun penyebaran virus corona telah muncul di seluruh Afrika Barat, beberapa Negara telah mencabut aturan pembatasan tertentu, termasuk lockdown dan penutupan pasar, sebagian besar dikarenakan khawatir terjadi krisis ekonomi di negara-negara tersebut.

Tingkat infeksi yang dilaporkan di wilayah ini memang jauh lebih rendah daripada di bagian lain dunia, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap khawatir wabah itu akan merusak sistem kesehatan di negara tersebut dan tetap memperingatkan agar tidak mencabut pembatasan terlalu cepat. (DH/MTD)

Sumebr : Reuters | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here