Peta Perang Suriah : Mengenal Sekutu dan Pihak Lawan dalam Medan Perang Suriah

3154

Moslemtoday.com : Pada Sabtu pagi, 14 April 2018, Amerika Serikat memimpin serangan gabungan menggempur beberapa pusat lokasi di Damaskus, Suriah pasca dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar Assad yang menewaskan warga sipil di Douma, Suriah.

AS bergabung dalam serangan-serangan ini oleh dua sekutu utamanya, Inggris dan Prancis, tetapi mereka bukan satu-satunya negara yang berada di belakang AS. Berikut Aliansi dan negara-negara yang terlibat dalam medan perang Suriah :

Amerika Serikat dan Sekutunya :

  1. NATO
    Presiden NATO, Jens Stoltenberg mengatakan pada hari Sabtu bahwa semua sekutu NATO mendukung serangan udara Suriah yang dilakukan oleh AS, Inggris dan Perancis menggempur rezim Suriah. Stoltenberg mengatakan bahwa serangan itu “dimaksudkan untuk menghancurkan kemampuan senjata kimia rezim Suriah” dan mencegah serangan kimia lebih lanjut terhadap warga sipil seperti yang ada di Douma. (Lihat disini Daftar Anggota NATO)
  2. Inggris
    Perdana Menteri Inggris, Theresa May langsung memerintahkan pasukan Inggris bergabung dengan AS setelah Trump mengumumkan serangan gabungan ke Suriah. Namun keputusannya dikecam oleh Parlemen Inggris karena tidak berkoordinasi dulu dengan Parlemen. May menjawab : “Tidak ada pilihan lain selain kekuatan militer untuk menghentikan penggunaan senjata kimia oleh Rezim Bashar Assad.” May menegaskan kepada Parlemen Inggris pasca serangan gabungan tersebut : “Kami telah berusaha menggunakan setiap saluran diplomatik untuk menghentikan rezim Assad, namun upaya tersebut selalu digagalkan.” May menyorot hak veto Rusia di DK PBB.
  3. Prancis
    Presiden Prancis, Emmanuel Macron langsung menyambut pengumuman Trump untuk melakukan serangan gabungan ke Suriah. Menurut Menteri Pertahanan Prancis, total 12 rudal ditembakkan oleh militer Prancis dalam serangan tersebut.
  4. Arab Saudi
    Pasca serangan gabungan tersebut, Arab Saudi menyampaikan dukungan terhadap AS dan sekutunya untuk menghancurkan basis senjata kimia Rezim Asssad. Arab Saudi menyerukan dunia internasional untuk membawa rezim Assad ke pengadilan internasional dan harus bertanggung jawab atas kematian ribuan warga sipil Suriah.
  5. Turki 
    Presiden Erdogan memberikan dukungan atas serangan gabungan tersebut. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa serangan AS dan sekutunya adalah langkah yang tepat terhadap rezim Assad dan setiap penggunaan senjata kimia akan mendapatkan respon yang pantas dari dunia internasional. Erdogan juga mengatakan bahwa seharusnya warga sipil tak berdosa di Suriah telah dibantu sejak lama.
  6. Israel 
    Israel merupakan sekutu dekat Amerika Serikat. Pasca serangan gabungan tersebut, Israel menyerukan kepada AS untuk terus melanjutkan serangannya terhadap rezim Suriah. Israel mengatakan siap terlibat jika pasukannya dibutuhkan dalam pertempuran tersebut.

Rezim Assad dan Sekutunya :

  1. Rusia
    Rusia mengutuk keras serangan gabungan AS dan sekutunya ke Suriah. Rusia juga memberikan bantuan pertahanan udara terhadap militer Suriah dan dilaporkan dapat menangkis 71 rudal jelajah AS yang menargetkan Damaskus, total rudal yang menggempur Suriah 103 rudal berjenis Tomahawks. Dalam pernyataannya, Vladimir Putin mengatakan bahwa serangan gabungan AS dan sekutunya dapat menimbulkan pecahnya perang baru di Suriah dan akan mengganggu stabilitas global. Putin memprediksi jika AS dan sekutunya terus melanjutkan serangan ke Suriah, kemungkinan perang dunia akan pecah.
  2. Iran
    Iran adalah sekutu utama rezim Suriah. Iran telah terlibat langsung dalam perang Suriah dengan mengirim pasukan Garda Revolusi Iran untuk membantu pasukan militer Suriah. Pasca serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengutuk keras dan menjuluki Trump, Macron dan Theresa May sebagia penjahat perang.
  3. Cina
    Kementerian luar negeri China mengumumkan bahwa serangan pimpinan AS dan sekutunya telah melanggar hukum internasional. Cina menyerukan bahwa penyelesaian politik adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here