Pilu Pengungsi Suriah di Jalur Perbatasan Hatay, Turki

640

Moslemtoday.com : Puluhan ribu warga Suriah yang terpaksa mengungsi akibat perang sipil yang melanda negara mereka, melanjutkan kehidupan dalam tenda-tenda yang mereka bangun di jalur perbatasan Hatay, Turki.

Pengungsi yang datang ke wilayah ini menganggap wilayah perbatasan Hatay sebagai daerah aman, mereka tinggal di tenda-tenda yang mereka bangun sendiri atau yang dibangun badan-badan bantuan.

Ada ribuan tenda di jalur perbatasan Hatay yang berbatas dengan kota Latakia dan Idlib, Suriah.

Ribuan Tenda-tenda pengungsian yang sebagian besarnya yang tidak memiliki listrik,air dan infrastruktur ini terlihat bagai sebuah kota kecil.

Kepada Anadolu Agency, penanggung jawab bantuan kemanusiaan wilayah pesisir yang juga penerima bantuan yang datang dari Turki untuk pengungsi Suriah, Muhammed Komurcu mengatakan, setiap tahunnya jumlah tenda di jalur perbatasan semakin bertambah.

“Dalam tujuh tahun terakhir, masyarakat meninggalkan rumah mereka dan datang ke perbatasan Hatay yang mereka anggap aman, mereka tak dapat kembali ke rumah karena serangan yang tidak kenal henti,” kata Komurcu.

Menurut Komurcu, ada 700 ribu orang yang tersebar di 400 titik pengungsian di jalur perbatasan.

Komurcu mengungkapkan, para pengungsi yang hidup dalam kondisi sulit ini melanjutkan kehidupan mereka dengan bantuan dati Turki.

Selain itu, infrastruktur juga tidak tersedia di tempat pengungsian maupun di sekitarnya, kata Komurcu.

Komurcu mengatakan, orang-orang disini berharap agar perang segera berakhir dan dapat kembali ke tempat asal mereka. Atas nama Warga Suriah, Komurcu juga berterima kasih kepada pemerintah Turki atas bantuan yang mereka berikan.

Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.

Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.

Sumber : Anadolu Agency

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here