Prancis Sebut Turki Lakukan Agresi Militer di Suriah, Cavusoglu : “Ini Penghinaan, Anda Jangan Bermuka Dua”

812

Moslemtoday.com : Turki menolak keras pernyataan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut operasi militer Turki di wilayah Afrin, Suriah Utara  sebagai agresi militer terhadap Suriah.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Rabu kemarin memperingatkan Turki agar operasi militer yang dilancarkan Turki di wilayah Suriah tersebut tidak berubah menjadi sebuah tindakan agresi militer. Macron menyerukan Turki untuk mengkoordinasikan tindakannya dengan sekutu-sekutunya.

“Kami menganggap sebuah negara seperti Prancis memberi kami peringatan tentang operasi militer yang kami lalukan sebagai suatu penghinaan,” ungkap Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu di Ankara, seperti dilansir dari Reuters, (1/2/18).

Cavusoglu menambahkan : “Kami menggunakan hak kami untuk membela diri, ini sesuai dengan keputusan Dewan Keamanan PBB, sesuai dengan undang-undang internasional dan bukan sebuah agresi militer. Mereka seharusnya tidak berwajah dua.”

Prancis, seperti Amerika Serikat juga ikut memberikan bantuan senjata dan pelatihan ke milisi YPG Kurdi dalam perang melawan ISIS di Suriah. Hal itu membuat Turki marah karena Turki menganggap YPG Kurdi adalah teroris dan merupakan perpanjangan PKK (Partai Komunis Kurdi) yang dilarang di Turki.

PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki karena telah melancarkan pemberontakan selama tiga dekade di daerah tenggara Turki. Mereka menginginkan berdirinya Negara Kurdistan di wilayah tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Reuters | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here