Presiden Abbas Gelar Pertemuan dengan Presiden Erdogan Terkait Rencana Pembubaran Hamas

1317

Moslemtoday.com : Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Turki, Senin, (28/8/2017) untuk membahas rencana pembubaran Komite Administratif Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Pertemuan itu digelar karena semakin meningkatnya ketegangan antara Hamas dengan Pemerintah Otoritas Palestina.

Presiden Erdogan telah menawarkan sebuah mediasi untuk mengakhiri perpecahan antara Abbas dan Hamas dan perselisihan mengenai Gaza. “Turki menginformasikan kepada pihak Abbas bahwa mereka akan memberikan jaminan untuk memungkinkan pemerintah konsensus nasional Palestina bekerja secara bebas di Jalur Gaza. Namun Turki ingin membahas bagaimana memenuhi tuntutan Hamas untuk tetap berada dalam posisi yang saat ini mereka tangani,” demikian bunyi pernyataan seperti dilansir dari Asharq Al-Awsat, Ahad, (27/8/2017).

Hamas condong untuk memenuhi mediasi Turki dan meminta jaminan untuk tidak mengubah pengaruh komitenya di Jalur Gaza. Namun jaminan ini sulit dipenuhi karena Pihak Otoritas Palestina menolak syarat tersebut. Sebelumnya Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdalah mendesak Hamas untuk mengizinkan Otoritas Palestina untuk kembali mengontrol wilayah Gaza. Namun usulan tersebut ditolak oleh Hamas.

Sementara itu, Presiden Abbas akan mendiskusikan usulan Turki tersebut untuk mengakhiri perpecahan di Palestina. Namun, Presiden Mahmoud Abbas tetap bersikeras pada keputusan untuk membubarkan komite administratif Hamas di Jalur Gaza.

Presiden Abbas telah mengambil serangkaian kebijakan terhadap jalur Gaza, seperti memotong gaji dan memaksa pegawai untuk pensiun, dalam upaya untuk menekan Hamas dan mengakhiri kekuasaannya di jalur Gaza dan mengembalikannya ke pihak otoritas Palestina.

Kebijakan Abbas tersebut diumumkan setelah Hamas menyatakan pembentukan Dewan Pemerintah yang bertujuan untuk mengelola kementerian sendiri di Jalur Gaza. Langkah tersebut dinilai oleh Otoritas Palestina sebagai kudeta terhadap Konsensus Pemerintah Nasional Palestina. (DH/MTD)

Redaktur : Deli Abdullah
Sumber : Asharq Al-Awsat | Anadolu Agency

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here