Presiden Afghanistan Tolak Permintaan Bebaskan 5.000 Tahanan Taliban

131

Moslemtoday.com : Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menolak permintaan untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban sebagai salah satu poin kesepakatan perjanjian damai AS-Taliban. Ghani keberatan dengan poin tersebut dijadikan sebagai syarat untuk pembicaraan langsung antara Taliban dan Pemerintah.

“Pemerintah Afghanistan tidak membuat satupun kesepatakan untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban. Bukan wewenang Amerika Serikat untuk memutuskan, mereka hanya fasilitator,” kata Ashraf Ghani, seperti dilansir dari Al Jazeera, Ahad, (1/3/2020).

Setelah 18 bulan negosiasi dan dengan perang hampir 20 tahun, AS-Taliban telah menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Afghanistan, dengan kesepakatan AS dan NATO akan menarik semua pasukannya dan Taliban tidak akan meluncurkan serangan lagi kepada Pemerintah.

Taliban telah lama menolak untuk duduk dengan pemerintah Afghanistan dan menyebutnya sebagai rezim boneka.

Menurut perjanjian tersebut, 10 Maret mendatang dijadwalkan sebagai tanggal untuk dialog intra-Afghanistan antara Taliban dengan pemerintah Ghani dengan persyaratan Pemerintah akan membebaskan 5.000 tahanan Taliban dan Taliban akan membebaskan 1.000 tawanan pemerintah.

Taliban juga mengendalikan dan memiliki pengaruh di banyak wilayah Afghanistan sejak 2001 dan telah melakukan serangan hampir setiap hari terhadap pos-pos militer di seluruh wilayah negara itu.

Lebih dari 100.000 warga Afghanistan telah terbunuh dan terluka sejak 2009 ketika Misi Bantuan PBB di Afghanistan mulai mendokumentasikan korban. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here