Presiden Duterte Minta Maaf kepada Kuwait Karena Telah Berkata-kata Kasar

1773

Moslemtoday.com : Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta maaf kepada Kuwait karena telah melontarkan kata-kata kasar di tengah pertikaian diplomatik kedua negara terkait isu tenaga kerja yang telah berlansung selama berbulan-bulan.

Pertikaian diplomatik itu dimulai pada Februari lalu ketika seorang tenaga kerja Filipina ditemukan tewas di rumah majikannya di Kuwait, yang mendorong Duterte mengecam Kuwait dan menghentikan pengiriman tenaga kerja ke negara Teluk tersebut.

“Untuk pertama kalinya, saya mengaku bahwa saya telah berkata kasar dalam bahasa saya , mungkin karena itu adalah hasil dari ledakan emosi saya. Tetapi saya ingin meminta maaf sekarang,” kata Duterte dalam pidatonya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin, (4/6/2018).

“Saya minta maaf atas bahasa yang saya gunakan tetapi saya sangat puas dengan bagaimana Kuwait menanggapi masalah dengan negara saya,” tambah Duterte.

Pihak berwenang di Manila mengatakan sekitar 262.000 orang Filipina telah bekerja di Kuwait dan banyak di antara mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka berada di antara dua juta lebih orang Filipina yang bekerja di negara-negara Teluk yang telah menjadi penggerak devisa negara bagi ekonomi Filipina.

Puncak pertikaian diplomatik tersebut, ketika Duterte menyebut Kuwait telah melecehkan tenaga kerja Filipina dan memaksa mereka bekerja 21 jam sehari dan memberikan mereka makanan tak layak. Menanggapi hal itu, Kuwait mengusir duta besar Filipina pada April lalu.

Ketegangan mereda pada awal Mei ketika kedua negara menandatangani perjanjian tentang jaminan keselamatan tenaga kerja Filipina yang bekerja di Kuwait.

Dalam pidatonya tersebut, Duterte juga mengatakan bahwa dia berharap akan mengunjungi Kuwait untuk mengucapkan terima kasih. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kuwait yang memahami kami dan tetap mempercayai kami dan memenuhi semua tuntutan kami,” tambah Duterte.

“Tuntutan yang diajukan Filipina diantaranya memberi pekerja Filipina libur selama satu hari, mendapatkan hak tidur tujuh jam setiap malam, dan menyimpan paspor dan telepon mereka sendiri yang kerap disita oleh majikan.” (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here