Presiden Erdogan Nilai Ultimatum Arab untuk Qatar Langgar Hukum Internasional

2017

Moslemtoday.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik “13 daftar tuntutan” yang diajukan oleh negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk mengakhiri krisis diplomatik dan embargo ekonomi terhadap Qatar yang sudah berjalan sejak tiga pekan lalu, Senin, (5/6/2017).

Presiden Erdogan membela respons Qatar atas tuntutan tersebut dan mengatakan bahwa ultimatum tersebut “melawan hukum internasional”. “Kami menyambut baik respons Qatar, kami menilai daftar 13 poin persyaratan itu bertentangan dengan hukum internasional,” kata Erdogan seperti dilansir dari Al Jazeera, (25/6/2017).

Salah satu isi tuntutan terhadap Qatar adalah segera menghentikan pembangunan pangkalan militer Turki yang saat ini sedang dibangun dan menghentikan kerja sama militer dengan Turki di dalam wilayah Qatar. (Baca juga : Inilah “13 Daftar Tuntutan” Arab Saudi dan Koalisi Negara Teluk Sebagai Syarat Untuk Mengakhiri Krisis Diplomatik dengan Qatar)

Turki memiliki pangkalan militer di Qatar yang saat ini menampung sekitar 90 tentara Turki. Pasukan Turki telah melakukan latihan pertama mereka di pangkalan militer Tariq bin Ziyad awal bulan ini. Qatar menyebut latihan militer tersebut telah lama direncanakan.

Qatar pada hari Sabtu menolak ultimatum tersebut dan menilainya sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan sebuah penghinaan terhadap kedaulatan Qatar. Daftar tersebut diterima oleh Kementerian Luar Negeri Qatar pada 22 Juni, ungkap kantor berita QNA, Qatar News Agency.

“Daftar tuntutan ini mengkonfirmasikan apa yang Qatar katakan sejak awal bahwa blokade ini adalah tindakan ilegal dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemberantasan terorisme, ini tentang membatasi kedaulatan Qatar, dan untuk mengintervensi kebijakan luar negeri kita,” kata Sheikh Saif bin Ahmed Al Thani, direktur kantor berita QNA, Qatar News Agency.

Qatar juga mengatakan sedang mengkaji tuntutan tersebut dan sedang mempersiapkan tanggapan resmi. “Qatar saat ini sedang mempelajari tuntutan ini dan sedang mempersiapkan tanggapan yang tepat terhadapnya dan akan menyerahkannya ke  Kuwait,” kata QNA, mengutip sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri.

Kuwait telah bertindak sebagai mediator untuk meredakan krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Koalisi Negara Teluk dengan Qatar yang meletus sejak 5 Juni yang lalu. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here