Presiden Erdogan : “Sebenarnya 35 negara abstain berada di bawah tekanan Tuan Trump”

4625

Moslemtoday.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa 35 negara yang memilih untuk abstain dalam proses pemungutan suara di Majelis Umum PBB baru-baru ini, akan memilih untuk mendukung resolusi jika mereka tidak mendapat tekanan.

Majelis Umum PBB yang beranggotan 193 negara mengeluarkan resolusi tentang status kota Jerusalem dan meminta AS untuk menarik pengakuannya atas kota tersebut sebagai ibukota Israel. Sebanyak 128 anggota memilih resolusi PBB, 9 negara menolak dan 35 lainnya abstain.

“35 negara abstain dalam pemungutan suara sebenarnya adalah orang-orang yang mendapat tekanan yang sangat serius dari Tuan Trump. Jika mereka tidak mendapat tekanan, jika mereka merasa nyaman, saya yakin mereka akan berpihak pada 128 negara lainnya,” ungkap Erdogan dalam sebuah wawancara menjelang kunjungan tiga hari ke Sudan, Chad dan Tunisia, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu, (23/12/17).

Trump telah memperingatkan sebelum pemungutan suara bahwa bantuan keuangan akan dipangkas ke negara-negara yang memilih menentang langkah Washington di Majelis Umum. “Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita. Baik kita akan mencatat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak uang, Kami tidak peduli,” ungkap Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu. (Simak video pernyataan ancaman Trump tersebut disini, KLIK)

Pada 6 Desember lalu, Trump secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel meski mendapat aksi protes dan kecaman di seluruh dunia. Keputusan tersebut telah memicu aksi demonstrasi di seluruh dunia Muslim. Erdogan dan pemimpin-pemimpin dunia Islam telah berada di garis terdepan untuk menentang langkah AS tersebut.

Turki membuka kedutaan di seluruh negara Afrika

Erdogan mengatakan saat ini ada kedutaan besar Turki di 39 negara Afrika. Erdogan menambahkan : “Kami akan membuka kedutaan besar Turki di seluruh Afrika”.

Mengacu pada pertemuan puncak kerjasama Turki-Afrika pada tahun 2008, presiden tersebut mengatakan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Turki untuk memperbaiki hubungan dengan benua tersebut. Erdogan akan memulai kunjungan tiga hari ke Sudan, Chad dan Tunisia pada hari Ahad besok. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here