Presiden Erdogan : “Solusi Konflik Suriah adalah Bashar Assad Harus Lengser dari Jabatannya”

798

Moslemtoday.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad adalah seorang teroris yang memimpin negara, dan tidak mungkin untuk mencari solusi di Suriah jika masih bersamanya.

“Bagaimana kita bisa merangkul masa depan dengan presiden Suriah yang membunuh hampir 1 juta warganya? Sekali lagi, saya jelas ingin mengatakan [Assad] adalah seorang teroris yang memimpin negara. Tidak ada kedamaian di Suriah sekarang jika masih bersama Assad,” ungkap Erdogan, pada konferensi pers bersama dengan Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, seperti dilansir dari Daily Sabah, Rabu, (27/12/17).

Suriah telah menderita dalam perang sipil berkepanjangan lagi kejam sejak 2011, ketika Rezim Assad menindak keras para demonstran yang menuntut Assad mundur. Sejak itu, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut laporan PBB.

Erdoğan juga mengatakan bahwa kehadiran kekuatan militer asing di Suriah disebabkan karena Assad yang menimbulkan ketidakstabilan di seluruh negeri, terutama di bagian Suriah utara. “Mengapa kekuatan koalisi ada? Mengapa orang Rusia ada? Mengapa kita di sana ada? karena ada basis teroris di Suriah utara yang mengganggu Turki,” tambah Erdogan.

Turki meluncurkan Operation Euphrates Shield pada 24 Agustus tahun lalu dengan bergabung bersama kelompok oposisi Free Syrian Army (FSA), yang pada awalnya dimaksudkan untuk membersihkan perbatasan Turki-Suriah dari ancaman terorisme dari Daesh dan organisasi teroris Syiria yang berafiliasi dengan Partai Demokrat Union Party (PYD) dan People’s Unit Perlindungan (YPG).

Operasi tersebut mencapai tujuannya untuk mengusir Daesh dan berhasil memaksa YPG menarik mundur ke timur Sungai Efrat, kecuali Afrin dan Manbij. Ankara telah memberikan sinyal tentang kemungkinan serangan militer baru-baru ini karena sejumlah besar unit militer ditempatkan di dekat Idlib untuk terus mengawasi kota tersebut.

Rusia, Turki dan Iran, yang merupakan penjamin yang mensponsori sebuah gencatan senjata di Suriah pada bulan Desember 2016, memulai perundingan damai Astana yang berjalan paralel dengan perundingan Jenewa, untuk menemukan solusi permanen bagi krisis Suriah. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2017) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here