Presiden Erdogan : Turki “Gerbang Harapan” Bagi Mereka yang Tertindas

698
Turkey to naturalize Syrian, Iraqi migrants: Erdogan

Moslemtoday.com : Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu menyebut Turki sebagai “gerbang harapan” bagi mereka yang tertindas dan menjadi korban di dunia.

“Hari ini, gerbang harapan untuk mereka yang tertindas dan menjadi korban kekerasan adalah Turki. Ini yang menjadi alasan utama mengapa Turki menjadi target bagi organisasi teroris,” ujar Erdogan dalam pesan peringatan Hari Republik Turki 29 Oktober.

“Kami tidak akan membiarkan kelompok pembunuh seperti Daesh, PKK, PYD/YPG dan FETO menjadikan kami target. Kami akan tetap melanjutkan tujuan kami pada tahun 2023 dengan melawan pemberitaan negatif, konspirasi yang terus menyerang,” ujar dia, terkait pemberitaan negatif tentang Turki yang disiarkan oleh media barat.

Perlawanan kepada upaya kudeta pada 15 Juli tahun lalu yang menewaskan 250 orang menjadi indikasi dari semangat tersebut, ia menambahkan.

“Malam itu, seluruh masyarakat Turki, yang muda maupun tua, perempuan ataupun laki-laki telah melindungi republik ini,” Erdogan menekankan.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, mengatur upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, dimana upaya kudeta yang gagal tersebut menewaskan 250 orang dan 2.200 orang terluka.

PKK dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

PKK/PYD dianggap oleh Ankara sebagai cabang Suriah dari organisasi teroris PKK yang telah berperang lebih dari 30 tahun melawan negara Turki.

Presiden mengatakan mengenai Perang Pembebasan di Turki, orang-orang yang bergegas ke Anatolia untuk menjarah warisan Kekaisaran Ottoman, yang mereka beri istilah sebagai orang “sakit jiwa”, hancur oleh keberanian, tekad dan pertarungan yang bangsa Turki tunjukkan dan “mereka kembali sebagaimana mereka datang,” seperti kata-kata Mustafa Kemal, pendiri Republik Turki.

Erdogan merayakan Hari Republik dan peringatan ke-94 Proklamasi Republik Bangsa Turki, baik yang tinggal di dalam maupun luar negara Turki.

Sumber : Anadolu Agency

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here