Presiden Iran Sebut Arab Saudi Harus Dihukum Karena Gagal Mengelola Haji

2270
Iranian President Hassan Rouhani (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Moslemtoday.com : Perang kata-kata antara Iran dan Arab Saudi belum juga reda menjelang puncak pelaksanaan Ibadah Haji 2016. Terbaru, Presiden Iran Hassan Rouhani meminta Dunia Islam untuk menghukum Arab Saudi. Rouhani menuduh Arab Saudi gagal mengelola ibadah haji sehingga menyebabkan terjadinya Insiden Mina yang memakan korban tahun lalu.

Setidaknya sebanyak 464 jamaah haji asal Iran tewas dalam Tragedi Mina tersebut. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara jamaah haji lainnya. Sehingga pada pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini, Iran tidak mengirimkan jamaahnya untuk ikut melaksanakan ibadah haji. Iran menuntut dunia Islam untuk menyelesaikan insiden tersebut dengan membentuk Tim Pencari Fakta.

“Negara-negara Islam harus menghukum pemerintah Arab Saudi atas kegagalan mengelola ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun sampai saat ini kami liat Arab Saudi sama sekali tidak mengucapkan permohonan maaf kepada kami dan negara-negara Islam,” tutur Rouhani dalam rapat kabinet mingguan di Teheran. Demikian seperti dimuat Time, Kamis (8/9/2016).

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut Arab Saudi sebagai “Setan” karena tidak becus mengelola haji dan Khamenei juga menuding Arab Saudi telah mempolitisasi ibadah haji. Tidak hanya Khamenei juga menuduh Otoritas Saudi melakukan kejahatan dengan tidak memberikan pertolongan kepada jamaah haji Iran yang menjadi korban.

Sebelumnya, tuduhan-tuduhan dari Hassan Rouhani dan Khamenei mendapat tanggapan tidak kalah keras dari Arab Saudi. Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Nayef menilai kritikan Ali Khamenei tidak obyektif dan tidak kredible.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Saudi Press Agency, Putra Mahkota menyebutkan Arab Saudi telah menampung semua jamaah haji Iran dengan semua fasilitas yang sama dengan jamaah negara lain. Pangeran Nayefpun melontarkan kritikan tajam sebaliknya, “Iranlah yang membahayakan keamanan semua jamaah haji”. Demikian sebagaimana dilansir dari Al-Arabiya, Selasa, (6/9/2016).

Bantahan keraspun datang dari Mufti Agung Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz alus Syaikh menyebut para pemimpin Iran bukan umat Islam. Ia menyebut Para Pemimpin Iran adalah keturunan orang Majus, kaum Zoroastrian. Orang-orang Majus adalah penduduk asli Persia –nama Iran zaman dahulu- sebelum penaklukkan oleh bangsa Arab.

“Pertama-tama kita harus paham bahwa mereka bukan Muslim, karena mereka adalah keturunan Majus. Permusuhan mereka terhadap Islam, terutama penganut aliran Sunni, sudah berlangsung sejak lama,” ujar Syaikh Abdul Aziz alus Syaikh, demikian sebagaimana yang dimuat laman Assosiated Press.

Sebelumnya, Raja Salman mengatakan dirinya tidak akan membiarkan “tangan tersembunyi” ingin mempolitisasi tragedi Mina untuk memecah-belah umat Islam. “Pernyataan yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan untuk mengeksploitasi insiden Mina dari kaca mata politik, Ini tidak akan mempengaruhi peran, tugas dan tanggungjawab Arab Saudi dalam melayani tamu Allah,” kata Raja Salman dalam sebuah pernyataan seperti yang dimuat oleh BBC.

Sebagaimana diberitakan, Insiden Mina 2015 terjadi karena terjadinya kepadatan arus di Mina. Jamaah haji Iran menolak mengikuti instruksi-instruksi yang diberikan petugas untuk memutar dan kembali ke maktab masing-masing, tapi jamaah Iran tetap memaksa melewati jalur sehingga berhadapan dengan jamaah lain dalam jumlah besar yang akan melempar jumroh. sehingga terjadilah kepadatan arus dan insiden saling dorong.

Sumber : TIME

comments

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here