Presiden Jokowi: Masa Wajah Kayak Saya Ini Dibilang Wajah Diktator

1501

Moslemtoday.com : Presiden Jokowi menyentil warga yang sering memberinya penilaian tidak benar melalui media sosial. Menurutnya saat ini banyak yang menyampaikan, dirinya itu otoriter, diktator. “Masa wajah seperti kaya gini wajah diktator,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Ketika akan mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada pendekar remaja untuk tunjuk jari dan maju ke depan. “Masa pendekar enggak ada yang berani maju. Silakan maju satu,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga meminta agar jangan dipaksa-paksa untuk maju. “Sini, enggak usah takut. Enggak usah takut presidennya enggak diktator kok,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyindir di media sosial (medsos) yang menurutnya saat ini banyak yang menyampaikan, dirinya itu otoriter, diktator. “Masa wajah seperti kaya gini wajah diktator,” kata Presiden Jokowi yang disambut senyum peserta Persinas ASAD dan undangan yang hadir dalam acara tersbeut.

Sebelumnya dalam bagian lain pidatonya, Presiden Jokowi mengingatkan, agar para remaja berhati-hati sekarang ini dengan yang namanya media sosial, terutama remaja-remaja kita kalau membuat status.

“Hati-hati, apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain. Itu harus dihitung. Apalagi niatnya langsung ingin mencela, ingin mencemooh, ingin menjelekan, itu selalu saya sampaikan dimana-mana, jangan,” tutur Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa kita ini saudara, saudara sebangsa dan setanah air. “Jangan lupakan itu,” pesannya.

Kepala Negara mengutip dialognya dengan Raja Salman dari Arab Saudi, bahwa Indonesia memiliki 17.000 pulau, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa lokal, dengan keluarga besar 250 juta penduduk. “Kalau ada gesekan dikit-dikit wajar,” ujarnya.

Yang penting, lanjut Kepala Negara, bagaimana kita menyelesaikan dengan silaturahim, bagaimana kita menyelesaikan dengan tabayun.

“Bagaimana persaudaraan kita ini terus kita jaga. Ukhuwah islamiyah kita, kita jaga, ukhuwah Wathoniyah kita, kita jaga. Dan lebih besar lagi ukhuwah Basyariyah kita juga kita jaga. Inilah kekuatan negara kita,” tutur Presiden Jokowi.

Sumber : Setkab.go.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here