Presiden Jokowi Sebenarnya Ingin Shalat Jumat di Istiqlal pada 4 November, Tetapi Dilarang Protokol Istana

2913

Moslemtoday.com : Presiden Joko Widodo mengaku bukan tidak mau menemui para demonstran yang berunjuk rasa pada 4 November 2016 lalu. Hal itu disampaikan Presiden saat menerima sejumlah ulama yang diundang ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Awalnya, para ulama bertanya ke mana Presiden saat massa berkumpul di sekitar Istana untuk menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Presiden pun menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Cerita itu disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi yang ikut mendampingi Presiden saat bertemu ulama.

“Tadi banyak yang beri masukan dan juga bertanya. Terutama tanggal 4, ke mana Presiden? Itu jadi pertanyaan banyak orang,” kata Johan kepada wartawan seusai pertemuan yang berlangsung tertutup itu.

“Ada yang kemudian mempersepsikan tidak berani menemui pendemo atau ada yang menyebut melarikan diri dari rakyatnya,” ujar dia. Presiden pun menjelaskan kepada ulama bahwa ia justru sangat ingin menemui demonstran.

“Presiden menyatakan hari Jumat kemarin itu beliau malah ingin dekat dengan rakyatnya, ingin ikut shalat Jumat di Istiqlal,” ucap Johan.

Namun, Presiden akhirnya mengurungkan niatnya itu. Sebab, kata Johan, Jokowi mendapat saran dari protokol Istana, Pasukan Pengamanan Presiden, hingga Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan menteri terkait agar tidak menemui pendemo. Demikian sebagaimana dikutip dari KOMPAS, Kamis, (10/11/2016).

“Posisinya kan Presiden simbol negara, demi keamanan dari Presiden sendiri,” ucap Johan.

Johan melanjutkan, Presiden juga sudah dijadwalkan untuk meninjau proyek infrastruktur di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat itu.

Akhirnya, Presiden meninggalkan Istana sebelum waktu shalat Jumat dan langsung menuju bandara. Presiden baru kembali ke Istana pada malam harinya setelah kerusuhan diredam dan pendemo membubarkan diri.

Namun karena begitu krusialnya permasalahan ini bagi bangsa, maka tidak ada urusan yang lebih penting pada hari itu, kecuali bertemu dengan para Ulama, Kyai dan Habaib yang datang dari penjuru negeri untuk ikut serta dalam Aksi Damai Bela Islam 411 kala itu. (Red)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here