Presiden Palestina Memperingatkan Trump Soal Wacana Yerusalem Menjadi Ibukota Israel

804

Moslemtoday.com : Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu memperingatkan AS agar tidak memindahkan kedutaan mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Palestina mengatakan langkah itu akan berdampak pada proses politik di kawasan itu.

Pernyataan Abbas muncul di tengah laporan media AS yang mengatakan Presiden Donald Trump siap mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, Abbas bertemu dengan delegasi dari Front Demokrasi untuk Kesetaraan dan Perdamaian (Hadash) di Ramallah.

“Langkah apapun yang diambil AS untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel atau memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem akan mengancam masa depan politik kawasan ini,” kata Abbas dalam pertemuan itu.

Dia juga mengatakan negara-negara Arab lain dan komunitas internasional tidak akan mendukung langkah pemerintah AS itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Maliki mendorong agar Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OIC) bertemu untuk merundingkan situasi di Yerusalem.

Diplomat tinggi Palestina itu menekan perlunya pertemuan darurat tersebut dalam perbincangan via telepon dengan kepala Liga Arab Ahmed Abdoul-Gheit dan Sekretaris Jendral OIC Yousef al-Othaimeen, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina.

Al-Malika mengatakan, bila benar terjadi, keputusan AS itu akan menghadapi “konsekuensi berat” dan “mengeruhkan situasi di kawasan Palestina dan sekitarnya”.

Hingga kini, Yerusalem menjadi titik pusat konflik Israel-Palestina. Khususnya wilayah Yerusalem Timur yang diduduki Israel, namun direncanakan Palestina sebagai ibu kota.

Dalam masa kampanyenya, Trump berjanji memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sumber : Anadolu Agency

comments

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here