Putra Mahkota MBS Menjawab Tuduhan Isu Wahabisme Terhadap Arab Saudi

1414

Moslemtoday.com : Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman menjawab tuduhan seputar isu wahabime yang dilontarkan terhadap Arab Saudi. Sebagaimana diketahui, Media-media di dunia sering menyebut Arab Saudi giat menyebarkan paham Wahabi ke seluruh dunia.

Dalam sesi wawancara yang dipublikasikan media AS, The Atlantic, seperti dilansir dari Al Arabiya, Selasa, (3/4/18), Putra Mahkota MBS mengatakan bahwa tidak ada wahabisme di Arab Saudi. Yang ada adalah Arab Saudi menjalankan Syari’at Islam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah dan memiliki empat madzhab pemikiran dalam Islam dan memberi izin kepada pengikut sekte Syi’ah untuk hidup normal di Arab Saudi.

Berikut kutipan wawancara lengkapnya :

Goldberg : Arab Saudi mengekspor versi Islam ekstrimis yang lebih tidak toleran, ideologi Wahabi, bagaimana pendapat anda?

MBS : Pertama-tama, Wahhabisme ini, tolong jelaskan kepada saya. Kami tidak terbiasa dengan kata itu. Kami tidak tahu tentang itu.

Goldberg : Apa maksud anda, anda tidak mengetahui tentang itu?

MBS : Apa itu Wahhabisme?

Goldberg : Anda putra mahkota Arab Saudi. Anda pasti tahu apa itu Wahhabisme.

MBS : Tidak ada yang bisa menjelaskan apa Wahhabisme ini.

Goldberg : Ini adalah gerakan yang didirikan oleh Ibnu Abd al-Wahhab pada tahun 1700-an, sangat fundamentalis, interpretasi Islam yang keras –

MBS : Tidak ada yang bisa menjelaskan apa itu Wahhabisme. Tidak ada Wahhabisme. Kami tidak percaya bahwa kami menyebarkan Wahhabisme. Yang kami ketahui, di Arab Saudi terdapat Sunni dan Syi’ah.  Kami  memiliki empat madzhab pemikiran Islam Sunni, dan kami memiliki ulama dan Dewan Fatwa. Ya, di Arab Saudi sudah jelas bahwa hukum kami berasal dari Al Quran dan Al Sunnah, tetapi kami juga memiliki empat madzhab pemikiran, Hanbali, Hanafi, Syafi’i, Maliki dan memang mereka memiliki beberapa perbedaan pandangan dalam memahami teks.

Arab Saudi, mengapa didirikan? Setelah Nabi Muhammad dan empat khalifah pertama, orang-orang di Semenanjung Arab kembali bertempur satu sama lain seperti yang mereka lakukan selama ribuan tahun. Tetapi keluarga kami, 600 tahun yang lalu, mendirikan kota yang disebut Dir’iyah, dan dari kota ini lahirlah negara Saudi pertama. Kota ini menjadi kota dengan ekonomi paling kuat di semenanjung itu. Sebagian besar kota-kota lain, mereka memperebutkan perdagangan, bahkan tak jarang terjadi pertempuran, tetapi keluarga kami berkata kepada dua suku lain, “Daripada kita ikut berperang, mengapa kita tidak mempekerjakan Anda sebagai penjaga untuk daerah ini?” Jadi perdagangan berkembang, dan kota tumbuh. Ini adalah metodenya. Tiga ratus tahun kemudian, ini masih berjalan. Pikiran kami selalu bagaimana cara untuk menyatukan semua Jazirah Arab ini, para jenderal, para pemimpin suku, para ulama bekerja sama dengan Kami. Salah satunya adalah Imam Muhammad ibn abd al-Wahhab.

Tetapi tujuan kami adalah didasarkan pada kepentingan bersama, pada kepentingan ekonomi, dan bukan pada kepentingan ideologi. Tentu saja kami semua sepakat, karena kami semua adalah seorang Muslim. Kami semua berbicara dengan bahasa Arab. Kami semua memiliki budaya yang sama dan minat yang sama.

Ketika orang berbicara tentang Wahhabisme, sebenarnya mereka tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Suku Imam Muhammad bin Abd al-Wahhab, Suku al-Sheikh adalah suku yang terkenal, bahkan sampai hari ini mereka sangat terkenal. Tetapi perlu anda ketahui, bahwa ada puluhan ribu suku penting di Arab Saudi saat ini. Dan bahkan Anda juga dapat menemukan suku Syi’ah ada disini. Jadi yang kami ketahui, di Arab Saudi terdapat berbagai macam madzhab dan sekte Muslim, tidak ada yang namanya Wahhabisme.

Goldberg : Lalu apakah masalah Anda dengan Iran?

MBS : Seperti yang saya katakan, Syiah hidup normal di Arab Saudi. Kami tidak mempunyai masalah dengan suku Syiah ini. Kami hanya memiliki masalah dengan Iran yang menyebarkan ideologi ekspansionis Syi’ahnya dan masalah terbesarnya adalah Iran selalu mengganggu urusan dan keamanan kami dengan menyebarkan ideologinya.

Goldberg : Anda berbicara sangat blak-blakan tentang Iran dan ideologinya. Anda bahkan telah menyamakan pemimpin tertinggi dengan Hitler. Bahkan anda menyebutnya lebih buruk dari Hitler, kenapa bisa begitu?

MBS : Ya, Saya percaya bahwa pemimpin tertinggi Iran lebih buruk dari Hitler.

Goldberg : Begitukah?

MBS : Ya, Hitler tidak melakukan apa yang Khamenei ingin coba lakukan. Hitler mencoba menaklukkan Eropa. Ini buruk.

Goldberg : Ya, sangat buruk.

MBS : Tetapi Khamenei mencoba untuk menaklukkan dunia. Dia percaya bahwa dunia adalah miliknya, Mereka berdua adalah orang jahat. Dia adalah Hitler dari Timur Tengah. Pada 1920-an dan 1930-an, tidak ada yang menyadari bahwa Hitler sebagai bahaya. Hanya beberapa orang saja sampai hal itu terjadi. Nah, Kami tidak ingin melihat apa yang terjadi di Eropa di masa lalu, terjadi di Timur Tengah saat ini. Kami ingin menghentikan rezim ini melalui gerakan politik, gerakan ekonomi, gerakan intelijen, karena kami tidak ingin berperang. Kami memahami resiko perang di Timur Tengah. Ini sangat berbahaya bagi dunia. Kami tidak bisa membiarkan resiko ini. Lebih mengambil keputusan yang menyakitkan sekarang untuk menghindari keputusan yang menyakitkan nantinya. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya, The Atlantic | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here