Qatar Serahkan Tanggapan Resmi Atas Tuntutan Arab ke Kuwait

1824
The Emir of Kuwait, Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, has recently held talks with leaders in the Gulf to solve the crisis [KUNA/AP Photo]

Moslemtoday.com : Qatar telah memberikan tanggapan resmi atas tuntutan Arab Saudi dan sekutunya terkait krisis diplomatik antara Negara Teluk-Qatar. Tanggapan resmi Qatar tersebut diserahkan kepada Kuwait, yang bertindak sebagai penengah dalam krisis ini.

Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab sepakat memenuhi permintaan Kuwait untuk memperpanjang batas waktu hingga dua hari atau 2 x 24 jam, yang seharusnya berakhir pada Ahad, (2 Juli 2017). Dengan demikian, Qatar memiliki waktu 12 hari untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, terhitung sejak 22 Juni lalu.

Menteri luar negeri Qatar, Sheikh Muhammad Bin Abdulrahman Al Thani, diterima oleh Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah pada hari Senin, (3/7/2017) untuk menyerahkan surat pernyataan dari emir Qatar, menurut Kantor Berita Kuwait seperti dilansir dari Al Jazeera. Namun rincian surat pernyataan Qatar tersebut tidak dirilis ke publik.

Jurnalis Al Jazeera Saad al-Saeedi, yang melaporkan langsung dari Kuwait mengatakan bahwa ada “perasaan lega, diwarnai sikap hati-hati” yang terjadi di Kuwait. Surat dari Emir Qatar diserahkan dalam sebuah pertemuan ekstensif selama lebih dari satu setengah jam, selanjutnya pertemuan dilanjutkan dengan makan siang di kediaman Emir Kuwait. Al Jazeera menggambarkan ini adalah pertemuan tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara krisis-krisis Arab.

Tanggapan Qatar tersebut akan menjadi fokus pembicaraan pada pertemuan para menteri luar negeri dari empat negara, (Arab Saudi , Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab) yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, yang akan diselenggarakan di Kairo, Mesir pada Rabu, (5/7/2017) mendatang. Laporan juga menyebutkan bahwa Menlu Kuwait juga akan ikut dalam pertemuan tersebut sebagai pihak penengah dalam krisis ini.

Dalam pernyataan sebelumnya, Menlu Qatar Sheikh Al-Thani menegaskan bahwa Qatar menolak daftar tuntutan Arab karena tuntutan tersebut dianggap tidak masuk akal dan tidak berdasar. Namun Qatar bersedia untuk membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama untuk mengakhiri krisis diplomatik tersebut.

Sementara Koalisi Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi juga menegaskan bahwa Tuntutan tersebut sudah final dan tidak dapat dinegosiasikan. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi Qatar, maka Saudi dan Koalisi Teluk akan memberlakukan sanksi lanjutan bagi Qatar. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Weblink : http://www.aljazeera.com/news/2017/07/gulf-crisis-qatar-fm-kuwait-170703082125520.html

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here