Qatar Tegaskan Menolak 13 Tuntutan Arab untuk Mengakhiri Krisis Diplomatik

1742

Moslemtoday.com : Menteri luar Negeri Qatar, Sheikh Muhammad Bin Abdurrahman Al-Thani menegaskan bahwa Qatar menolak 13 tuntutan yang telah diajukan oleh Arab Saudi dan Koalisi Teluk sebagai syarat untuk mengakhiri krisis diplomatik dan embargo ekonomi antara negara-negara Arab dengan Qatar.

Sheikh Al Thani, yang berbicara dalam konferensi pers di ibukota Italia, Roma, mengatakan bahwa daftar tuntutan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan telah melanggar hak kedaulatan Qatar. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Ahad, (2/7/2017).

“Semua orang sadar dan memahami bahwa tuntutan ini dimaksudkan untuk melanggar kedaulatan Qatar, menutup kebebasan pers dan memberlakukan mekanisme audit dan intervensi terhadap masa depan Qatar,” kata Sheikh Al-Thani.

“Kami percaya bahwa dunia ini tidak diatur oleh ultimatum, kami percaya bahwa dunia diatur oleh hukum internasional yang sah, dan tuntutan ini telah diatur oleh sebuah perintah yang tidak memungkinkan negara-negara besar menggertak negara-negara kecil,” tegas Al-Thani.

Sheikh Al-Thani berbicara kurang dari 48 jam sebelum masa batas waktu tuntutan berakhir pada 3 Juli esok.  Tidak jelas apa yang akan terjadi selanjutnya. Sheikh Al-Thani menegaskan bahwa negaranya  tidak akan takut akan dampak atas penolakan tuntutan tersebut. Sebelumnya Koalisi Arab menegaskan jika Qatar tidak memenuhi tuntutan, maka pemutusan hubungan diplomatik dan blokade ekonomi akan terus berlanjut sampai Qatar merubah kebijakannya dan menerima tuntutan tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Al Jazeera

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here