Raja Maroko : Ketegangan Antara Maroko Dengan Aljazair Tidak Masuk Akal

219

Moslemtoday.com : Raja Maroko Mohammed VI telah menyampaikan keinginan untuk memulai kembali dialog dengan negara tetangganya Aljazair dan menyatakan bahwa ketegangan antara kedua negara sebagai situasi yang tidak masuk akal yang bertentangan dengan ikatan persaudaraan sesama muslim.

Raja Mohammed VI menyampaikan sejarah bersama kedua negara dan mengingatkan bahwa Kerajaan Maroko telah mendukung perlawanan rakyat Aljazair melawan kolonialisme Perancis.

“Biar saya tunjukkan dan Tuhan sebagai saksi bahwa segera setelah saya naik tahta, saya meminta dengan sungguh-sungguh dan dengan itikad baik bahwa perbatasan antara kedua negara kita harus dibuka dan bahwa hubungan Maroko-Aljazair harus dinormalkan,” kata Raja Mohammed VI, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, (8/11/2018).

“Mengingat persaudaraan kami dan kepemimpinan Aljazair, kami tidak akan menyia-nyiakan upaya di Maroko untuk membangun hubungan bilateral di atas dasar-dasar kepercayaan, solidaritas, dan kebersamaan,” tambah Raja Mohammed VI.

Hubungan antara Maroko dan Aljazair telah tegang selama bertahun-tahun dalam beberapa dekade sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan.

Perbatasan Aljazair dengan Maroko ditutup sejak 1994 setelah Maroko mengumumkan persyaratan visa baru bagi warga Aljazair setelah serangkaian serangan teroris Marrakech, pada saat itu yang dilakukan oleh militan Aljazair.

Raja Mohammed VI menyatakan kesiapan negaranya untuk dialog langsung dan jujur dengan Aljazair untuk menyelesaikan perbedaan dan ketegangan yang menghambat pengembangan hubungan antara kedua negara.

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1440 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here