Raja Maroko Menyerukan Warga Diaspora agar Menolak Kelompok Garis Keras

1115

Moslemtoday.com : Raja Maroko, Mohammed ke-VI, meminta warga negara Maroko di luar negeri -yang kebanyakan di Eropa- untuk menegakkan nilai-nilai Islam yang toleran dan menolak tindakan ekstremisme.

Pernyataan itu ditujukan pertama kalinya kepada lima juta warga diaspora Maroko,  warga yang tinggal di luar negeri, sejak peristiwa serangan baru-baru ini di Eropa oleh militan.

Mohammed mengecam pembunuhan atas orang-orang tak bersalah, khususnya pembunuhan seorang pastor Katolik di Perancis.

“Membunuh pastor dilarang agama,” kata Raja Mohammed dalam pidatonya.

“Membunuhnya di dalam gereja adalah kegilaan yang tak terampuni, karena pastor adalah seorang manusia dan pria religius, walau dia bukan Muslim,” tambahnya.

Raja Maroko mengatakan, mereka yang terlibat dalam terorisme, yang mengatasnamakan Islam ‘bukanlah Muslim’.

“Mereka pikir, berdasarkan kebodohan mereka, bahwa mereka berjihad,” kata Raja Mohammed.

“Sejak kapan jihad menyerukan pembunuhan orang-orang tak bersalah? Sang Mahakuasa mengatakan ‘Jangan melampaui batas’, karena Allah tidak mencintai penoda,” kata dia.

“Bisakah dibayangkan Tuhan memerintahkan seseorang mengebom diri sendiri atau membunuh orang-orang tak bersalah?,” kata Raja Mohammad.

“Islam, dalam kenyataannya, tidak mengizinkan segala bentuk bunuh diri, dengan alasan atau kondisi apapun,” seru raja yang membawa modernisasi dan reformasi ke dalam citra Kerajaan Maroko.

Sumber : BBC

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here