Raja Salman: Arab Saudi memiliki hubungan historis dengan Irak

961

Moslemtoday.com : Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud mengatakan bahwa hubungan Arab Saudi dengan Irak bukan hanya geografi dan kepentingan bersama tapi juga hubungan persaudaraan, darah, sejarah dan takdir. Hal itu diungkapkan Raja Salman saat melakukan pertemuan resmi dengan PM Irak, Haidar Al-Abadi, Ahad, (22/10/2017).

Raja Salman mengatakan dalam sambutannya pada saat penandatanganan Dewan Koordinasi Saudi-Irak: “Saya menantikan pertemuan Dewan Koordinasi Saudi-Irak untuk bergerak ke arah cakrawala yang lebih luas dan lebih bermanfaat kedepannya”.

“Kami mengucapkan selamat kepada saudara-saudara kita di Irak atas pencapaian yang dibuat dalam memberantas dan mengalahkan terorisme, Kami menegaskan dukungan kami untuk kesatuan dan stabilitas Irak,” ungkap Raja Salman, seperti dilansir dari Al-Arabiya.

Raja Salman bin Abdulaziz dan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menandatangani sebuah nota kesepahaman pada hari Ahad kemarin untuk membentuk Dewan Kerjasama Koordinasi Saudi-Irak.

Dewan tersebut, yang disetujui oleh kabinet Saudi pada bulan Agustus, bertujuan untuk meningkatkan tingkat hubungan strategis, investasi dan budaya antara kedua negara, membuka jendela baru bagi Irak untuk menghidupkan kembali ekonominya.

Raja Salman telah berulang kali menekankan selama tahun lalu pentingnya mendukung Irak, keamanan dan stabilitasnya, yang mendorong pembukaan kembali persimpangan perbatasan Arar  setelah ditutup selama lebih dari 27 tahun. Pekan lalu, Irak dan Arab Saudi juga membuka hubungan udara ketika maskapai penerbangan Saudi Flynas melakukan penerbangan komersial pertama dari Riyadh ke Baghdad sejak 1990. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here