Raja Salman ke Trump : ‘Menjadikan Jerusalem Ibukota Israel Menyakiti Umat Islam di Seluruh Dunia’

30544

Moslemtoday.com : Raja Salman bin Abdulaziz Alsaud menerima panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump untuk membicarakan keinginannya memindahkan kedutaan AS ke kota Jerusalem dan menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Selama pembicaraan, Raja Salman, menegaskan dukungan Arab Saudi terus menerus untuk hak-hak bersejarah rakyat Palestina. Demikian seperti dilansir dari Al Arabiya, Rabu, (6/12/17).

Raja Salman selanjutnya memperingatkan Trump bahwa setiap kebijakan yang diambil tentang status kota Jerusalem apalagi menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel akan membahayakan stabilitas regional dan Arab dan akan menggagalkan upaya perdamaian konflik Israel-Palestina.

Raja Salman kemudian menegaskan bahwa keinginan Trump untuk memindahkan kedutaan AS ke Jerusalem sama saja mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Raja Salman memperingatkan bahwa ini adalah langkah berbahaya dan akan berdampak negatif dan menyinggung umat Islam di seluruh dunia.

Baca juga :

Arab Saudi melalui duta besarnya di Washington telah memberikan nota peringatan ke AS mengenai rencana Trump tersebut. Arab Saudi menegaskan bahwa keinginan Trump memindahkan kedutaannya ke Jerusalem akan meningkatkan ketegangan konflik di wilayah tersebut.

“Setiap keputusan Amerika Serikat yang ingin mengubah status kota Jerusalem akan membahayakan proses perdamaian dan akan meningkatkan ketegangan baru di antara Israel-Palestina,” ungkap Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, duta besar Saudi untuk Amerika Serikat.

“Kebijakan Kerajaan Arab Saudi telah dan terus mendukung rakyat Palestina, dan ini kami peringatkan kepada pemerintah AS,” tegas Pangeran Khalid.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa oleh kantor kepresidenan Palestina mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi atas pendiriannya dan mengatakan bahwa ini jelas menunjukkan dukungan dari Arab Saudi kepada rakyat Palestina dan hak-hak mereka. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here