Raja Salman Layangkan Kritikan Pedas ke Iran di Sidang Umum PBB

170
Custodian of the Two Holy Mosques King Salman chairs the Council of Ministers' session at Al-Yamamah Palace in Riyadh on Tuesday. — SPA

Moslemtoday.com : Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud melayangkan kritikan pedas ke Iran dalam sebuah pidato di Sidang Umum PBB. Raja Salman mendesak komunitas internasional untuk menemukan solusi yang komprehensif atas terorisme terselubung yang dilakukan oleh Teheran.

“Berdasarkan pengalaman kami selama berhubungan dengan pemerintahan Iran, kami menyimpulkan bahwa solusi parsial dan gencatan senjata tidak menghentikan sikap Iran yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional,” ungkap Raja Salman, seperti dilansir dari Middle East Eye, Sabtu, (27/9/2020).

Raja Salman mengatakan bahwa Riyadh telah mencoba untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Teheran selama beberapa dekade ke belakang, tetapi Iran telah terbukti menggiatkan ekspansinya dan membuat “jaringan teroris” di Timur Tengah, yang menyebarkan kerusuhan, ekstrimisme, dan sekrarianisme.

Hubungan Arab Saudi-Iran

Hubungan antara kedua negara acapkali tidaklah mudah, ketegangan telah memuncak sejak awal mula perang di Yaman pada tahun 2015 bersamaan dengan diangkatnya Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Pada tahun 2016, pendemo Iran menjarah kedutaan Saudi di Teheran akibat eksekusi pemuka Syiah di Saudi, Syaikh Nimr al-Nimr.

Pimpinan Iran mengatakan bahwa kebijakan luar negeri negaranya bertujuan untuk membantu rakyat Timur Tengah menghadapi dominasi pengaruh AS. Kritik juga dilayangkan ke kebijakan-kebijakan dalam negeri dan catatan HAM Saudi, termasuk perang di Yaman dan penculikan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Salman menekankan komitmenya pada Inisiasi Perdamaian Arab tahun 2002, yang akan mengakui Israel dengan syarat menarik diri dari wilayah Palestina dan pendirian negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur (Al-Quds) sebagai Ibukota nya.

Yaman

Raja Salman juga menyinggung konflik di Yaman, menyalahkan Iran atas krisis yang terjadi disana. Riyadh memimpin koalisi militer terhadap pemberontak Syiah Hutsi di Yaman, yang beraliansi dengan Teheran.

“Mereka terus mengincar rakyat sipil di Yaman dan Kerajaan Saudi,” ungkap Raja Salman. Raja Salman menyebut Hutsi mengganggu pengiriman bantuan internasional dan menolak menghentikan konflik.

Hutsi membalasnya dengan meluncurkan rudal balistik ke Kerajaan Saudi yang sering berhasil dicegah oleh angkatan udara Saudi, tetapi terkadang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. (LBS/MTD)

Sumber : Middle East Eye
Kontributor : Luli Bangkit Sugito
Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here