Raja Yordania Abdullah II Kecam Israel Lakukan Aksi “Ekstremisme” di Kompleks Masjid Al-Aqsha

780
Raja Yordania Abdullah II

Raja Yordania, Abdullah II mengecam aksi pemukim fanatik Yahudi karena berusaha melanggar kesucian dari kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem setelah terjadi bentrokan saat festival keagamaan Yahudi di situs suci itu.

Raja Abdullah II berjanji melawan pemukim ilegal Yahudi guna mempertahankan Masjid al-Aqsa. Dia menolak upaya terang-terangan dan berulang-ulang oleh pihak Israel untuk mengubah status quo situs al-Aqsa.

Sebelumnya, hari Sabtu (14/08/2016)  lebih dari 304 pemukim ilegal Yahudi fanatik, didampingi serdadu Zionis, menyerbu Masjidil Aqsha melalui Pintu Maghariba untuk memperingati perayaan Tisha B’av yang mereka yakini sebagai peristiwa penghancuran Kuil Pertama dan Kedua. Pasukan penjajah memberikan pengawalan ketat terhadap para pemukim Yahudi saat mereka melakukan serangkaian ritual di Masjidil Aqsha. Hari itu, empat jamaah Muslim juga diculik pasukan penjajah dan sekitar 15 jamaah Muslim terluka.

Seperti diketahui, kesepakatan internasional pada tahun 1994, Yordania memegang hak kepemilikan situs Temple Mount dan Masjid al-Aqsa.

“Tanggung jawab kami terhadap tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem adalah prioritas utama kami di arena internasional, dan kami menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mempertahankan Masjid al-Aqsa,” kata Raja Abdullah II, seperti dikutip dari Jerusalem Post,Selasa (16/8/2016).

Pada hari Ahad 14 Agustus 2016, lebih dari 300 orang warga Yahudi mengunjungi situs suci  , yang bagi warga Yahudi untuk menandai kehancuran dari dua kuil kuno di situs suci. Banyak dari mereka diusir karena memasuki kompleks al-Aqsa.

Sumber : The Jerusalem Post

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here