Raja Yordania Peringatkan Trump Bahaya Pemindahan Kedutaan AS ke Kota Jerusalem

735
Raja Yordania Abdullah II

Moslemtoday.com : Raja Yordania Abdullah II mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa setiap langkah oleh Amerika Serikat untuk menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel akan memiliki “dampak berbahaya” bagi stabilitas regional.

Trump mengatakan kepada Raja Abdullah II dalam sambungan telepon bahwa dia bermaksud melanjutkan keputusannya untuk memindahkan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem.

Dilansir dari Reuters, Rabu, (6/12/17), Raja Abdullah II memberikan jawaban bahwa keputusan semacam itu akan memiliki “dampak berbahaya bagi stabilitas dan keamanan kawasan ini” dan akan menghalangi usaha AS untuk memulai kembali perundingan perdamaian Arab-Israel. Keputusan ini juga akan menimbulkan konflik baru antar Muslim-Kristen-Yahudi.

Pemindahan kedutaan AS ke Jerusalem berarti AS mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan ini bertentangan dengan kebijakan AS selama ini yang menyatakan bahwa status kota tersebut harus diputuskan dalam perundingan damai Israel-Palestina. Orang-orang Palestina melihat selama ini bahwa kota Jerusalem adalah ibukota negara mereka.

Masyarakat internasionalpun tidak mengakui klaim Israel atas kota Jerusalem.

Raja Yordania khawatir langkah tersebut dapat memicu kekerasan baru di wilayah Palestina. Raja Abdullah II memperingatkan Trump tentang risiko dari setiap keputusan yang bertentangan dengan penyelesaian akhir konflik Arab-Israel yang didasarkan pada pembentukan sebuah negara Palestina merdeka dengan ibukotanya Jerusalem.

“Jerusalem adalah kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan ini dan dunia,” ungkap pernyataan Raja Abdullah II.

Raja Yordania dilaporkan juga menelpon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mengatakan bahwa mereka harus bekerja sama untuk menghadapi keputusan Trump ini.

Bani Hasyim yang saat ini memerintah Yordania yang telah diamanahkan oleh dunia Internasional, Raja Abdullah II sebagai penjaga tempat suci umat Islam di Jerusalem, membuat Yordania peka terhadap perubahan status kota yang disengketakan tersebut.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al Safadi mengatakan negaranya merencanakan untuk mengadakan pertemuan darurat Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam pekan ini mengenai bagaimana menghadapi keputusan AS atas status Jerusalem dan konsekuensi “berbahaya” dari keputusan tersebut.

“Pertemuan ini akan mengkoordinasikan sikap Arab dan Islam terhadap keputusan yang akan diambil oleh Trump yang akan meningkatkan ketegangan baru di wilayah ini,” kata Safadi.

“Semua resolusi dan kesepakatan internasional menetapkan bahwa nasib Jerusalem harus diputuskan dalam negosiasi status akhir. Dan semua langkah sepihak dari pihak manapun dianggap bertentangan dengan kesepakatan internasional,” Safadi menambahkan. (DH/MTD)

Sumber : Reuters

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here