Relasi Kemanusiaan antara Perempuan dan Laki-laki dalam Perspektif Islam

101

Prinsip yang paling mendasar dari Islam adalah prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan, karena sesama kita adalah saudara. Sehingga satu sama lain diharamkan untuk saling merendahkan,  mencibir, menghina, apalagi mendzalimi.

Jika demikian tentu saja segala tindakan perendahan yang seringkali terjadi pada perempuan seperti pelecehan, peminggiran, pendzaliman dan segala bentuk kekerasan terhadap mereka adalah sesuatu yang sama sekali tidak dibenarkan.

Tetapi kenyataannya dari Catatan Tahunan (CATAHU) Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Berdasarkan data-data yang terkumpul jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol sama seperti tahun sebelumnya, diantaranya adalah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)/RP (ranah personal) yang mencapai angka 71% (9.637). Pada ranah ini kekerasan yang paling menonjol adalah kekerasan fisik 3.927 kasus (41%), menempati peringkat pertama disusul kekerasan seksual sebanyak 2.988 kasus (31%), psikis 1.658 (17%) dan ekonomi 1.064 kasus (11%).

Tentunya masih banyak kekerasan atau pelecehan seksual terhadap perempuan, bahkan diskriminasi di lingkungannya sendiri. Pelemahan perempuan, sepertinya memang sengaja ditanamkan untuk melanggengkan penindasan terhadap perempuan.

Bahkan dari  Komnas Perempuan sendiri,  rupa-rupanya hingga saat ini belum ada mekanisme perlindungan yang komprehensif karena kompleksitas (lingkup) kasus-kasus kekerasan seksual yang melampaui dari ketersediaan hukumnya. Dampak dari minimnya payung perlindungan ini memicu impunitas, keberulangan bahkan kefrustasian para korban untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan. 

Padahal jika merendahkan saja dianggap buruk dan jahat, apalagi tindakan-tindakan yang menodai martabat dan harga diri, melukai jiwa dan kehormatan, serta merusak harta seseorang?. Tentunya itu haram diganggu, dilecehkan dan dirampas.

Untuk itu, siapapun dia laki-laki maupun perempuan, keduanya dituntut memiliki akhlak mulia dalam berelasi satu sama lain. Sehingga, jika laki-laki berhak memperoleh penghormatan, perempuan juga sama. Jika laki-laki mendambakan segala perlakuan baik dari perempuan, maka sebaliknya pun begitu. Itulah akhlak mulia yang diajarkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umatnya.

Bahkan dalam sebuah hadis sebagaimana dinyatakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رضي ا لله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لا يَظْلِمُهُ وَلا يَخْذُلُهُ وَلا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَا هُنَ».وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَث مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ». رواه مسلم

Terjemah: 

Dari Abu Hurairah Radhuyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesama muslim adalah saudara, tidak boleh saling mendzalimi, mencibir, atau merendahkan. Ketakwaan itu sesungguhnya di sini (sambil menunjuk dada dan diucapkannya tiga kali)”. (Rasul melanjutkan): “Seseorang sudah cukup jahat ketika ia sudah menghina sesama saudara muslim. Setiap muslim adalah haram dinodai jiwanya, hartanya, dan kehormatannya”. (Shahih Muslim, Hadis:6706).

Jelas teks hadis ini hadir untuk menunjukan betapa Islam hadir untuk kebaikan dan kerahmatan bagi manusia. Serta menegaskan hak-hak dasar manusia; hak hidup (darah), hak ekonomi (harta), dan hak sosial (kehormatan). Demikianlah misi Islam hadir di atas bumi ini yaitu untuk kemanusiaan, baik perempuan maupun laki-laki. (Faqihuddin, 2018:3).

Penulis : Nurhayati (Mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here