Resmi, Saat Ini Pengusaha Tidak Perlu Perpanjang SIUP dan Gratis Urus TDP

1337

Moslemtoday.com : Kementerian Perdagangan menghapus kewajiban perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi para pengusaha. Selain itu, pemerintah juga menghapus biaya pengurusan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). “Ini untuk menjamin kemudahan berusaha,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seperti dilansir dari Katadata.co.id.

Enggar menjelaskan, perpanjangan SIUP dinilainya menghambat para pelaku usaha. Menurutnya, harusnya pengurusan SIUP hanya perlu dilakukan sekali saja tanpa perlu dilakukan perpanjangan. ” Dia sekali surat izin usaha itu sudah dikerluarkan ya sudah. Ngapain di perpanjang, kecuali dia ubah,” katanya.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, telah menandatangani surat edaran untuk menghapus kewajiban perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan mengubah Tanda Daftar Perusahaan (TDP). “(Surat edaran) Sudah saya tandatangani.” ungkap Enggar, seperti dikutip dari Detikcom, Selasa, (18/4/2017).

Enggar mengatakan, seluruh wilayah di Indonesia sudah harus mengikuti aturan baru tersebut. Para pengusaha yang sudah eksisting, sudah tidak perlu untuk memperpanjang SIUP dan TDP.

“Tadi saya laporkan ke Presiden. Bahwa sesuai dengan perintah Presiden dan rakor Kemenko, yaitu kami Kementerian Perdagangan sudah mencabut atau menyatakan, SIUP tidak perlu daftar ulang. SIUP itu cukup satu kali saja,” kata Enggar

Sementara, untuk aturan TDP, Enggar mengatakan akan dipermudah. Pelaku usaha hanya perlu untuk mengisi satu lembar surat pemberitahuan, bisa secara online mau pun manual.

“Yang kedua TDP. Dari formulir sekian banyak, saya pun pusing, jadi sekarang perpanjangannya itu cukup disampaikan dengan online atau manual. Hanya satu lembar pemberitahuan saja. Jadi tidak perlu lagi isi-isi segala macam,” kata dia.

“Bikin formulir satu, mereka ajukan, bisa online bisa manual, cukup itu. Kecuali mereka berubah, kalau berubah perusahaannya, namanya, ya kirim saja. Biaya ditetapkan 0 rupiah,” tutupnya.

Sumber : Detikcom | Katadata.co.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here