Respon Isu Revolusi, Istana: Pemerintah Hanya Berganti dengan Pemilu

149

Moslemtoday.com : Istana merespons soal Habib Rizieq Shihab yang disebut ingin melakukan revolusi ketika tiba di Indonesia. Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, sebelum Habib Rizieq jauh-jauh berkeinginan revolusi, pemerintah Indonesia sendiri belum mengetahui kabar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu sudah dicabut pencekalannya untuk bisa ke Tanah Air.

“Sejauh ini tidak ada konfirmasi bahwa Habib Rizieq itu akan pulang ke Indonesia, jadi bisa dipastikan bahwa itu tidak benar,” kata Donny, Rabu, 14 Oktober 2020.

Donny mengatakan, jika ingin revolusi maka tindakan itu pun ditegaskan olehnya bukan sesuai dengan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia. Satu-satunya jalan, menurut Donny, untuk merebut kekuasaan di negeri ini yaitu dengan pemilihan umum.

Menurut Donny, pemerintah juga tidak mengambil sikap apa pun terhadap ancaman tersebut. “Jadi kalau menggaungkan revolusi itu hanya dengan makar, karena pemerintahan yang konstitusional hanya berganti dengan mekanisme yang direstui oleh konstitusi yaitu lewat pemilihan umum,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum FPI Sobri Lubis, menyampaikan pesan dari Habib Rizieq mengenai rencana pimpinan mereka ke Indonesia. Menurut Sobri, Habib Rizieq dikabarkan sudah bebas dari kebijakan cekal oleh pemerintah Arab Saudi.

Sumber : VIVA.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here